#nuansa#virus-corona#sanitasi

Penyanitasi Tangan

( kata)
Penyanitasi Tangan
Ilustrasi Pixabay.com

Setiaji Bintang Pamungkas

Wartawan Lampung Post

COVID-19 menghantui seluruh penjuru dunia. Virus tersebut memberi efek ke seluruh sektor, khususnya perdagangan. Beberapa barang menjadi langka akibat virus tersebut.

Selain masker, ada satu produk yang sedang naik daun dalam momentum yang mencekam ini. Hand sanitizer atau bahasa bakunya penyanitasi tangan banyak dicari orang.

Di semua apotek hingga toko waralaba, benda ini ludes tak pandang merek. Padahal, di masa sebelum virus corona booming, tak banyak yang melirik produk itu, sehingga kini banyak yang berspekulasi bahwa benda pembunuh kuman di tangan itu ditimbun atau diborong sebagian orang karena mengalami panic buying.

Di toko online pun harganya melejit. Bagi si kaya mudah saja membelinya, tetapi penuh risiko ditipu. Biasanya, harga hand sanitizer ukuran 50 ml hanya dibanderol belasan ribu rupiah. Namun, hingga kini bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per botol. Harga tersebut seringkali ditemukan jika berbelanja di e-commerce atau toko online.

Akan tetapi, masalah kelangkaan produk penyanitasi tangan sudah mulai terpecahkan. Sebab, telah banyak warga yang berinisiatif membuatnya secara mandiri. Banyak sekali tutorial membuat cairan pembersih tangan itu. Luangkan waktu berselancar di dunia maya, siapa pun yang berminat bisa menemukan langkah pembuatannya.

Di berbagai sosial media pun telah berseliweran akun yang mempromosikan produk home made itu. Entah itu produk hasil racikan sendiri atau hanya sekadar menjadi reseller. Setidaknya, ini bisa menghapus ketakutan masyarakat. 

Apalagi, para pakar kesehatan mengimbau untuk menjaga kebersihan diri. Terutama pada bagian tangan yang kerap menyentuh banyak barang yang berpotensi menularkan virus seperti ponsel, uang, pegangan pintu, remot, keyboard, dan lainnya.

Dilansir dari Lampost.co, peneliti Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, mengatakan bahan-bahan untuk meracik penyanitasi tangan tersedia di toko-toko kimia.

Bahan yang dibutuhkan adalah 50 mililiter air yang berfungsi sebagai pelarut dan 200 mililiter etanol berkadar alkohol 95% yang berfungsi sebagai antiseptik.

Kemudian, satu sendok teh Carbomer untuk pengental, 33 mililiter propylene glycol yang berfungsi sebagai pelembap, dan tiga tetes triethanolamine yang berfungsi sebagai pengikat pH. "Formula ini menghasilkan 250 mililiter hand sanitizer berkadar alkohol 63%," kata Agus.

Ia menegaskan proses pembuatan hand sanitizer ini tetap harus dalam pengawasan orang dewasa dan dihindarkan dari anak kecil.

Harganya cukup terjangkau. Tinggal pilih, mau meracik sendiri atau membeli? Mumpung stok masih melimpah.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar