#haji#disabilitas

Penyandang Disabilitas Naik Haji dari Jual Pulsa

( kata)
Penyandang Disabilitas Naik Haji dari Jual Pulsa
Sudirman, jemaah calon haji penyandang disabilitas asal Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah di Mekkah. MI/Susanto


Mekkah (Lampost.co)-- Sudirman, calon haji penyandang disabilitas asal Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah tidak menyangka bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Sudirman menambung uang dari hasil berjualan pulsa.


"Tidak pernah terbayang sebelumnya, apalagi langsung shalat Jumat di Masjid Nabawi," kata Sudirman seperti dikutip dari Media Center Haji di Madinah, Sabtu 19 juni 2022.

Setelah menunggu selama 12 tahun, Sudirman yang mengumpulkan Rp20.000 per hari dari jualan pulsa akhirnya terbang dari kampung halaman dan tiba di Madinah.

"Jual pulsa, setiap ada lebih saya tabung minimal 20 ribu sehari, dikumpulin. Dibantu orang tua juga," kata bapak satu anak itu.

Ia berangkat ke Tanah Suci bersama tantenya, sedangkan sang istri belum mendapatkan panggilan untuk berhaji.

Dengan kondisinya yang terbatas karena postur tubuhnya yang kecil tidak seperti orang lain, ia merasa sangat terbantu selama beribadah di Tanah Suci, banyak yang membantu dan sudah layaknya keluarga.

Namun ia tidak mau diperlakukan seperti orang yang tidak mampu karena kondisi tubuhnya. Ia ingin diperlakukan seperti layaknya jamaah haji lain.

"Di sini semua baik, makanan enak, seperti punya keluarga baru. Sejak masuk embarkasi sampai di sini selalu dibantu tidak pernah bawa sendiri," katanya mengapresiasi layanan yang diberikan petugas haji Indonesia.

Dia menyatakan bahwa orang tua memberikan motivasi agar dirinya naik haji, menyempurnakan rukun Islam kelima.

"Jangan patah semangat, pasti ada jalan ke sini," katanya memotivasi untuk naik haji.

Disiplin Protokol Kesehatan

Jemaah haji Indonesia diimbau tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Terutama, memakai masker agar aman dari berbagai jenis virus.

“Jika jemaah tidak menggunakan masker dengan baik dan benar, virus SARS CoV-2 (covid-19) dapat lolos ke saluran pernapasan,” kata anggota tim dokter Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Andi Yanti dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 Juni 2022.

Yanti mengatakan masker harus menutupi pangkal hidung dan seluruh mulut. Masker yang terkena cairan harus segera diganti karena membuat membran masker tidak berfungsi dengan baik.

 “Ganti masker secara berkala minimal enam sampai delapan jam sekali atau bila masker sudah kotor,” ujar dia.

Selain itu, Yanti mengingatkan jemaah rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Terutama setelah menyentuh barang di tempat umum.

“Seringlah berwudu selama ibadah haji karena berwudu teknik pembersihan diri paling optimal,” tutur dia.

Dian Wahyu K








Berita Terkait



Komentar