#Penyakit#Pascabanjir#waspada

Penyakit Pascabanjir Perlu Diwaspadai

( kata)
Penyakit Pascabanjir Perlu Diwaspadai
MI/AGUNG WIBOWO Warga membersihkan barang-barang yang kotor dan rusak akibat terendam banjir di Perumahan Griya Mas Serpong, Tangerang Selatan

Jakarta (Lampost.co) --  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan prihatin atas bencana banjir yang melanda Ibu Kota dan sekitarnya. Menurut Terawan, yang harus diwaspadai selanjutnya ialah penyakit atau wabah pascabanjir.

“Saya mengecek supaya mencegah jangan sampai terjadi penyakit ataupun wabah,” kata Terawan di Masjid Universitas Borobudur, Jakarta, kemarin.

Dikatakanya, diere menjadi salah satu penyakit yang kerap­ diderita masyarakat yang terdampak bencana banjir. Karena itu, ia berpesan kepada para pengungsi untuk berlatih dari hal sederhana, yakni mencuci tangan dengan bersih dan benar.

Ia juga meminta pengungsi bersama dengan petugas kesehatan yang bertugas untuk dapat menjaga sanitasi.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Moh Adib Khumaidi juga mewanti-wanti potensi penyakit pascabanjir yang akan muncul.

Menurutnya, penyakit yang bisa timbul ialah leptospirosis yang disebabkan karena air banjir yang kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah.

Selain itu, diare dan demam tifoid yang disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman serta kebersihan yang kurang higienis.

Lalu, demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes agepty yang berpotensi muncul akibat tumpukan sampah dan rongsokan di area yang lembab pascabanjir.

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang disebabkan oleh udara dingin bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung.

“Asam lambung dan mig­rain juga rawan karena umum­nya korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. Hal ini umumnya banyak dialami oleh korban banjir usia produktif dan lansia,” katanya.

Selain sampah dan kotoran yang bercampur dalam air banjir, dikuatirkan juga ada hewan liar serta pecahan benda-benda tajam yang turut dalam arus banjir tersebut.

PDEI juga mengimbau pemerintah daerah untuk keter­sediaan air bersih, tempat pengungsian dengan  higienis dan sanitasi yang baik untuk masyarakat di wilayah terdampak banjir. 

MI



Berita Terkait



Komentar