sidanghukum

Penusuk Syekh Ali Jaber Disidang Awal November

( kata)
Penusuk Syekh Ali Jaber Disidang Awal November
Penusuk Syekh Ali Jaber. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber atas nama tersangka Alpin Andrian, Senin 26 Oktober 2020 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, pukul 11.17 WIB. Tersangka didamping Iptu Ridho Gresya Ade Kanit Jatanras Polresta Bandar Lampung menaiki kendaraan bernomor polisi B 2016 AK tiba di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Tersangka Alpin menjawab dalam keadaan baik dan sehat saat ditanya awak media. Setibanya di kantor Kejari Bandar Lampung, Alpin yang mengakan pakaian serba merah celana pendek melakukan tes suhu tubuh. Selanjutnya, ia masuk ke ruang bagian penyidikan.

Tersangka terlihat begitu kurus dan selalu menunduk saat berjalan menuju ruangan penyidik Kejari Bandar Lampung. Di lokasi tampak beberapa pengacara dari tersangka sudah bersiap melakukan pendampingan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Abdullah Noer Deny mengatakan, hari ini pihak Kejari menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik. Pada intinya karena sudah dinyatakan lengkap maka penyidik sesuai ketentuan hukum acara harus menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan atau penuntut umum.

"Dari pelimpahan tersangka dan barang bukti ini penuntut umum akan melimpahkan ke Pengadilan. Insyaallah bulan depan akan di limpahkan untuk disidang, " kata Kepala Kejari Bandar Lampung.

Untuk penahanan tersangka, dari hasil koordinasi dengan penyidik maka akan kembali dikembalikan ke Polresta untuk ditahan di sana (Polresta).

"Berdasarkan kesepakatan dengan Kemenkumham untuk semntara Covid ini berlalu tahanan penuntut umum masih dititipkan dengan penyidik, nanti setelah sudah baru kita serahkan ke rutan atau lapas way huwi," kata dia.

Mengenai pasal lanjut Deny, sejauh ini tidak ada perubahan begitu pun dengan jaksa yang menyidangkan tidak ada yang berubah, " Tetap seperti awal kemarin, JPU ada 7 orang yang menyidangkan perkaranya," katanya.

Kajari menjelaskan, belum memastikan apakah Syekh Ali Jaber sebagai korban akan dihadirkan dalam persidangan. Sebab, melihat kondisi covid-19 cukup melalui virtual sidang tetap bisa berjalan.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar