#bakauheni#lampungselatan#cuaca

Penumpang Merak-Bakauheni Diimbau Waspada Menyeberang Saat Malam 

( kata)
Penumpang Merak-Bakauheni Diimbau Waspada Menyeberang Saat Malam 
Kapal yang baru tiba di Pelabuhan Merak Bakauheni, Senin, 29 November 2021. Lampost.co/MTVL/Rustam Efendi


Kalianda (Lampost.co) --  Sejumlah kapal feri yang melintasi penyeberangan Merak-Bakauheni untuk sandar di dermaga pelabuhan terkendala cuaca ekstrem yang melanda perairan selat Sunda.

General Manager PT ASDP cabang Bakauheni Captain Solikin, mengatakan, gelombang lebih tinggi terjadi di seputaran Pelabuhan Merak Banten, sementara di pelabuhan Bakauheni hanya mengalami sedikit perubahan. Hal itu karena di seputaran Pelabuhan Bakauheni terdapat banyak pulau kecil. 

"Kalau di Pelabuhan Bakauheni gelombangnya tidak terlalu tinggi karena di seputaran pelabuhan banyak pulau sehingga gelombang sudah pecah sebelum sampai di pelabuhan," katanya di ruang kerja, Senin, 29 November 2021. 
 
Menurut Solikin, kesulitan kapal feri untuk sandar memang sempat terjadi di pelabuhan Bakauheni. Namun, hal itu masih dapat teratasi. 

"Untuk mengantisipasi terjadinya kapal feri sandar, PT ASDP sudah mepersipkan Tugboat (alat tarik kapal) untuk membantu kapal melakukan sandar. Akan tetapi alhamdulillah alat itu sampai saat ini belum pernah digunakan karena kapal masih bisa sandar secara normal," ujar dia.

Baca juga: Pelabuhan Bakauheni-Merak Diperketat

Solikin mengimbau, warga yang akan melakukan penyeberangan sebaiknya saat siang. Sebab cuaca ekstrem terjadi saat malam. Selain itu, bagi masyarakat yang akan menyeberang ke Pulau Jawa diiimbau untuk menyiapkan diri dengan mengisi data sesuai identitas. 

Yanto (41), penumpang kapal Feri asal Lampung tujuan Jakarta mengatakan, cuaca ekstrem dirasakan saat dalam pelayaran. Kemudian, kapal kesulitan saat sandar di Pelabuhan Merak Banten. 

"Di tengah laut gelombangnya sangat tinggi semua kendaraan yang parkir di dalam kapal sampai goyang hingga hampir roboh. Tadi pas mau nyandar di pelabuhan Merak harus menunggu berjam-jam karena kapal tidak bisa sandar," katanya. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar