3mcovid-19

Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Masih Enggan Terapkan 3M

( kata)
Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Masih Enggan Terapkan 3M
dok Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Mengubah perilaku masyarakat untuk menggunakan masker, menjaga jarak sekaligus menghindari kerumunan, dan mencuci tangan atau 3 M bukan perkara mudah.  Hal sederhana ini ternyata masih banyak yang enggan melaksanakannya.

Pantauan Lampost.co,  di dermaga reguler loket tiket penumpang jalan kaki Pelabuhan Bakauheni,  Minggu,  1 November 2020. Masih ada yang menggunakan masker asal-asalan  untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Pelanggaran rata rata didominasi pedagang kaki lima dan kru armada angkutan penumpang ketimbang penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Bakauheni. Di samping itu, aturan jaga jarak aman juga tidak mereka patuhi.

Salah satu kru bus PO Bukit Barisan yang berada di terminal Pelabuhan Bakauheni,  Warsito (26), mengaku gerah  memakai masker terus.  Dia pun menggunakan masker asal-asalan.

“Panas mas masker nutup mulut terus.  Lagian pengin merokok juga,” kata kernet bus tersebut sembari menawarkan jasa angkutan kepada penumpang yang turun kapal menuju terminal Pelabuhan Bakauheni,  Minggu siang, 1 November 2020.

Sementara Siti (48), pedagang yang sudah lima tahun lebih mencari rezeki di areal Pelabuhan Bakauheni,  mengungkapkan,   bahwa dirinya masih menemukan beberapa orang yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan asal-asalan mengenakan masker.

"Setiap hari saya dagang disini. Masih ada sih yang enggan pakai masker secara benar,  jaga jarak maupun cuci tangan untuk mencegah korona,  walau sarana itu ada disini,"  kata ibu paruh baya itu. 
 
Berbeda dengan penerapan prokes di terminal eksekutif.  Salah satu penumpang kapal eksekutif, Aulia (25) bercerita sudah lebih dari enam bulan menerapkan kebiasaan baru dengan 3M.

Kondisi pandemi virus korona  yang terus meningkat,  ujar Aulia,  membuatnya ekstra waspada dalam menjaga kesehatan agar tidak terpapar Covid-19.

"Saya biasa naik transportasi umum saat kerja di Jakarta. Dan itu beresiko tertular Covid-19. Karena itu saya tanamkan dalam diri untuk menerapkan anjuran pemerintah, 3M, " katanya di terminal eksekutif Pelabuhan Bakauheni usai pulang kampung di daerah  Pringsewu.   

Aulia menilai fasilitas pendukung protokol kesehatan yang disediakan pengelola pelabuhan,  baik di pelabuhan maupun di dalam kapal sudah cukup membuat nyaman dari ancaman virus. Namun, dia menyoroti kesadaran masyarakat yang masih bandel mengabaikan protokol kesehatan.

"Hand sanitizer,  wastafel lengkap, cek suhu, tapi ya kadang ada saja penumpang kapal yang bandel untuk jaga kesehatan,  "  ucapnya.

Senada dikatakan general manager PT ASDP cabang Bakauheni,  Capt. Solikin. Menurut dia, prosentase masyarakat nenggunakan masker meningkat, namun kebiasaan baru masyarakat untuk mencuci tangan dan menjaga jarak justru menurun.     

"Semia faailitas prokes tetap tersedia dan dapat digunakan seperti; wastafel cuci tangan, spot hand sanitizer, markah physical distancing dikursi-kursi penumpang, dialur jalur penumpang  dan  kewajiban Pengguna Jasa memakai masker tapi ada juga yang abai " kata Solikin. 

Ia mengakui di areal pelabuhan Bakauheni masih ada yang "ngeyel" melaksanakan
Portokol Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Kalau kita sadar akan kesehatan untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain, kita gak perlu disuruh pakai masker,  cuci tangan dan jaga jarak tanpa paksaan," pungkasnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar