#ekonomisyariah#ekbis

Pentingnya Sinergitas Pengembangan Ekonomi Syariah

( kata)
Pentingnya Sinergitas Pengembangan Ekonomi Syariah
Festival Ekonomi Syariah Bank Indonesia di Swiss-Bellhotel Lampung, Kamis (2/8/2018). (Lampost.co/Setiaji B Pamungkas)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Junaidi Auly meminta kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah saat ini tidak bisa berjalan parsial dan perlu perhatian yang lebih serius dari semua pihak.

"Ekonomi dan keuangan syariah dari dulu sudah sangat menjanjikan, pemerintah harus terus beri ruang usaha yang sesuai untuk pengembangan ekonomi syariah agar menjadi salah satu lokomotif perekonomian di Indonesia,” ungkap Junaidi dalam agenda Festival Ekonomi Syariah Bank Indonesia di Swiss-Bellhotel Lampung, Kamis (2/8/2018).

Ia menambahkan, tantangan dan hambatan dalam perkembangan ekonomi syariah harus dicarikan solusi yang konkrit dengan program-program yang menunjang peningkatan ekonomi syariah.

“Potensi ekonomi syariah sangat besar karena negara kita mayoritas muslim, jadi pemerintah kedepan lebih serius menghadapi segala tantangan dan hambatan dalam kemajuan ekonomi syariah," ujarnya.

Seperti diketahui, aset keuangan syariah Indonesia pada 2016 sebesar 47,6 juta dollar AS dan pada 2017 meningkat menjadi 81,8 juta dollar AS atau meningkat dari peringkat 9 menjadi peringkat ke 7 dunia menurut data Global Islamic Economic Indicator.

"Aset keuangan syariah kita masih dikisaran 5 persen dan jauh tertinggal dari Malaysia yang mempunyai aset keuangan syariahnya mencapai 20 persen, artinya ada kendala-kendala yang terjadi dalam ekonomi syariah ini," ujar Anggota DPR Dapil Lampung II ini.

Pihaknya berharap, pemerintah berserta lembaga lainnya yang berkaitan untuk terus mengedukasi masyarakat tentang keunggulan ekonomi syariah. Selain itu juga harus ada sinergitas antara pembuat kebijakan dan implementor ekonomi syariah sehingga hal ini dapat mendukung produktivitas dari aktivitas ekonomi syariah," ungkapnya.

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar