#kesehatan#virus-corona#covid-19

Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur untuk Mencegah Covid-19

( kata)
Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur untuk Mencegah Covid-19
Masyarakat disarankan selalu mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Seperti dengan buah dan sayur. (Ilustrasi/Pexels)

Jakarta (Lampost.co) -- Kasus covid-19 di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Pemerintah juga selalu menekankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan melakukan social distancing jika harus bepergian ke luar rumah.

Kemudian, sebisa mungkin jika tidak memiliki keperluan yang mendesak, pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah.

“Dari hari ke hari ada penambahan kasus yang signifikan. Ini menandakan proses penularan masih berlangsung. Ini kita maknai bahwa masih ada pasien positif yang masih ada di tengah-tengah kita. Sekali lagi, mari bersama-sama putus rantai penyebaran ini,” ujar Achmad Yurianto, Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dalam Konferensi Pers Update Covid-19 di Kantor BNPB, Jumat, 27 Maret 2020.

Ia menekankan agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah dalam melakukan social distancing dan isolasi mandiri. Selain melakukan hal tersebut, Yuri juga menyarankan agar masyarakat selalu mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Seperti dengan buah dan sayur.

“Penting untuk mengonsumsi gizi yang cukup. Tidak perlu panik harus membeli vitamin dan lain sebagainya. Kita kaya dengan buah dan sayur dan semuanya mengandung vitamin. Tidak harus membeli vitamin di apotek atau toko. Makan buah dan sayur juga sudah cukup,” ujar Yuri.

Menurut Yuri, buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi juga tidaklah harus buah dan sayur impor. “Sekarang ini ada banyak kasus yang sembuh karena sebenarnya penyakit ini berasal dari virus yang bisa sembuh sendiri atau self limiting disease. Tidak perlu mengonsumsi hal-hal khusus, tidak harus beli barng tertentu. Semuanya harus memenuhi prinsip gizi yang seimbang,” jelasnya.

Selain mengonsumsi buah dan sayur, Yuri juga menyarankan agar masyarakat memiliki waktu istirahat dan tidur yang cukup dan jangan lupa untuk selalu mencuci tangan.

“Secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa virus ini sangat sensitif terhadap deterjen dan sabun. Sehingga kalau tidak punya hand sanitizer, jangan sampai dijadikan alasan untuk tidak mencuci tangan. Mencuci tangan bisa menggunakan sabun yang mudah ditemukan dalama kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar