#ekbis#umkm#madu#ekbis

Penjualan Madu Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
Penjualan Madu Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19
Eko, pedagang madu sekaligus pembina peternak lebah di Kelurahan Tanjungaman, Kecamatan Kotabumi. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto


Kotabumi (Lampost.co): Perekonomian warga mengalami kelesuan terimbas pandemi Covid-19. Sejumlah pelaku pun usaha mengeluh mengalami penurunan omzet penjualan di masa pandemi. Namun, berbeda dengan permintaan madu justru mengalami peningkatan dan harga jual dari pedagang ikut terdongrak naik di masa pandemi virus korona.

"Sejak terjadi pandemi covid-19, permintaan madu dari konsumen mengalami kenaikan berkisar 50--60 persen," ujar Eko, pedagang madu di Kelurahan Tanjungaman, Kecamatan Kotabumi, Jumat, 17 Juli 2020.

Pedagang sekaligus pembina peternak lebah ini mengaku sebelum terjadi pandemi, hasil penjualan madu perbulan berkisar 20 kg. Namun, setelah adanya pandemi korona, permintaan madu naik menjadi sekitar 35 kg per bulannya.

Hasil madu yang dia ambil langsung ke peternak lebah maupun pengunduh lebah alam itu, dia jual ke konsumen di Kabupaten Lampung Utara maupun di luar daerah di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Tangerang, maupun Bekasi. 

"Untuk produk turunan lebah, seperti bee pollen atau madu yang di campur dengan pollen atau tepung sari bunga yang dikumpulkan lebah, penjualan masih di seputar wilayah Kotabumi dan permintaan dari konsumen masih stabil di kisaran angka 10 kg per bulan," kata dia. 

Menurutnya, karena permintaan madu mengalami kenaikan, harga jual madu juga ikut terdongrak naik dari sebelumnya per kilo Rp150--180 ribu, naik hingga Rp190 ribu. Sedangkan untuk bee pollen masih dihargai Rp200 ribu per kilo. 

"Harga jual madu selain ditentukan dari lokasi pengambilan, kualitas madu hasil unduhan baik dari peternak maupun dari hasil pengambilan alam juga menentukan nilai jualnya," kata dia.

Baginya, madu bukan sebatas produk atau barang yang memiliki nilai tukar. Sebab, setiap konsumen yang membeli madu menaruh harapan saat mengkonsumsinya bisa tetap sehat atau sembuh dari penyakit tertentu yang di derita. Karenanya, usaha madu adalah bisnis kepercayaan dan konsekuensi dari kepercayaan konsumen adalah dia memastikan produk madu yang dijual adalah madu asli dari lebah bukan madu sintetis atau buatan.

"Selama lebih dari lima tahun berdagang madu, belum pernah saya mengalami harga jual madu turun. Harga madu selalu stabil atau malah naik dan barang yang harganya selalu mengalami kenaikan itu hanyalah logam emas. Karena, madu saya sebut `emas cair`, sebab semakin lama disimpan maka harga jualnya akan semakin tinggi," kata dia.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar