#peternakan#PMK

Penjualan Daging Sapi di Bandar Lampung Anjlok Akibat Wabah PMK

( kata)
Penjualan Daging Sapi di Bandar Lampung Anjlok Akibat Wabah PMK
Pedagang daging sapi di Pasar Koga Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Bandar Lampung anjlok. Turunnya harga dan penjualan akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi.


Pedagang sapi di Pasar Koga, Hendri mengaku sejak munculnya wabah PMK membuat warga atau pembeli merasa takut sehingga penjualan menurun dan harga daging sapi otomatis ikut turun.

"Sekitar 40 persen turun pembeli biasanya lumayan ramai. Karena wabah PMK pada sapi jadi penjualan ikut menurun," katanya, Sabtu, 21 Mei 2022.

Ia melanjutkan, semula harga daging sapi murni perkilogram mencapai Rp160 ribu, namun saat ini hanya Rp130 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram. Untuk daging bakso Rp110 ribu sampai Rp120 ribu.

"Kalau daging bakso kan campur, jadi lebih murah. Walaupun harga turun juga tetap saja menurun pembelinya," katanya.

Ia melanjutkan, kerabatnya di Pasar Pasir Gintung pun mengaku ikut terdampak wabah PMK. Tak hanya itu di penjualan sapi dari peternak pun ikut terdampak.

Penurunan harga sapi mulai Rp500.000 sampai Rp1 juta per ekor. Sebab jika dihitung bobot sapi mencapai 4 kuintal atau 400 kilogram harga Rp22 juta. "Dijual harga Rp21 juta atau Rp21,5 juta sekarang," katanya.

Ia mengaku khawatir harga jual daging sapi dan sapi terus mengalami penurunan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Winarko








Berita Terkait



Komentar