#satwaliar#penyelundupan

Penjual Primata Liar via Facebook Ditangkap di Lamsel

( kata)
Penjual Primata Liar via <i>Facebook</i> Ditangkap di Lamsel
Petugas gabungan mengamankan primata korban perdagangan ilegal. Dok SKW III Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung bekerja sama dengan Unit Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Lampung dan FLIGHT Protecting Indonesia’s Birds berhasil mengamankan enam ekor satwa primata dilindungi korban perdagangan ilegal.

Pengungkapan kasus dilakukan pada Selasa, 7 September 2021 di Desa Lematang, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan (Lamsel).

Ketiga pelaku penyelundupan berisinial MS (30 ), AB (20), dan APD (20) melakukan modus operasi transaksi penjualan mereka melalui Facebook.

"Sekarang proses penyidikannya di Polda Lampung," ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah Ill Lampung, BKSDA Bengkulu, Hifzon Zawahiri, Jumat, 10 September 2021.

Baca: Penyelundupan 2.400 Burung tanpa Dokumen Digagalkan Petugas

 

Satwa liar yang akan mereka jual berjumlah enam ekor, yaitu dua ekor siamang (satu bayi dan satu dewasa), seekor bayi owa ungko, dan tiga ekor bayi lutung budeng. Untuk saat ini, keenam satwa sedang dipantau kesehatannya dan dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa Seleksi Konservasi Wilayah III Lampung. Mereka akan dilepasliarkan ke habitat aslinya setelah direhabilitasi.

"Sementara, satwanya masih kami rehabilitasi sebelum menunggu petunjuk pelepasliaran," katanya.

Para pelaku dikenakan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dengan ancaman pidana kurungan lima tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar