#HUKUM#BERITALAMPUNG

Penjual Motor Bodong dan Pemalsu Surat Kendaraan Divonis 4 Bulan Penjara

( kata)
Penjual Motor Bodong dan Pemalsu Surat Kendaraan Divonis 4 Bulan Penjara
Majelis Hakim mendengarkan keterangan para pihak saat sidang vonis terhadap pemalsu surat-surat kendaraan bermotor secara daring. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemalsu surat-surat kendaraan bermotor bernama  Zulkarnaen  (66), warga Adirejo, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, divonis empat bulan penjara oleh Majelis Hakim PN kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 15 Juni 2021, yang digelar secara daring.

"Menjatuhkan pidana empat bulan penjara terhadap terdakwa," ujar majelis hakim Jhony Butar-Butar saat membacakan putusan.

Adapun hal yang memberatkan yaitu pelaku terbukti melanggar pasal 480 ayat (1) KUHP Pidana tentang penadahan. Sedangkan hal yang meringankan, karena terdakwa berlaku sopan saat persidangan berlangsung.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sayekti Chandra yakni delapan bulan penjara. Terhadap vonis tersebut, baik JPU maupun terdakwa memilih pikir-pikir  terlebih dahulu, sebelum mengajukan upaya hukum lanjutan atau tidak.

Perbuatan terdakwa berawal pada 26 Februari 2021 membeli sepeda motor jenis Yanama Nmax 2017 warna putih dari seseorang bernama Istahi (belum tertangkap) dengan harga Rp7,5 ju Terdakwa pun mengetahui kalau motor tersebut hasil curian dan ia mendapatkan satu unit motor tersebut beserta STNK palsu. Kemudian, Zulkarnaen menawarkan motor tersebut ke Andi Jatra untuk dijual kembali ke orang lain guna mencari keuntungan seakan-akan motor tersebut memiliki surat-surat resmi, karena harga pasaran motor tersebut sekitar Rp20 juta.

Ternyata motor tersebut hasil curian dari pemiliknya bernama Alfatih Habibie (19), pada 19 Februari 2021 di Jalan RA. Baasyid, Labuhandalam, Tanjungsenang. Zulkarnaen sebelumnya ditangkap oleh Satreskrim Polresta Bandar Lampung, pada 6 Maret 2021 bersama dua pelaku lainnya yakni, Apkorisan (22) dan Andi Jatra (37), warga Jalan Adi Sucipto, Kebun Jeruk, Tanjungkarang Timur. Ia terlibat sindikat Pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) palsu. Surat-surat bodong tersebut dipesan untuk melengkapi dokumen motor curian, lalu dijual agar nilainya tinggi. Aparat mengamankan barang bukti berupa, satu unit sepeda motor jenis Nmax  B 4710 TIO beserta STNK, 15 buah BPKB, 13 lembar STNK, dan sejumlah spare part sepeda motor, serta alat cetak nomor rangka dan mesin.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar