#pungli#kua#beritalamsel

Penjelasan Staf KUA Jatiagung Atas Dugaan Pungli Duplikat Buku Nikah

( kata)
Penjelasan Staf KUA Jatiagung Atas Dugaan Pungli Duplikat Buku Nikah
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images

Kalianda (Lampost.co): Suhaibah, staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiagung angkat bicara bahwa dirinya hanya membantu memberikan pelayanan pengurusan duplikat buku nikah yang diminta Firmansyah, warga Margorejo, Metro Selatan, karena alasan hilang saat rumahnya kebanjiran. 

"Saya bilang secara prosedural saja buatnya di Kalianda pada Kantor Kemenag Lampung Selatan. Lalu, Firmansyah minta kalau bisa selesai disini saja. Dengan alasan rumahnya jauh di Metro. Lalu, saya bantulah proses pembuatan duplikat buku nikahnya," ujar Suhaibah, ketika ditemui di ruang kerja Kasi Bimas Islam Kemenag Lamsel, Jumat, 17 Juli 2020.

Lebih lanjut, Suhaibah menjelaskan saat datang ke KUA Jatiagung, Firmansyah sudah membawa berkas yakni surat kehilangan dari kepolisian dan pas foto saja. Sementara, surat pengantar dari desa belum ada. 

"Jadi, saya yang mencarikan surat pengantar dari desa tempat dimana Firmansyah dan istrinya menikah. Saya mintakan surat pengantar kepada pihak desa. Karena dalam buku registrasi perkawinan Firmansyah dan istrinya tercatat pada KUA Jatiagung," ujarnya. 

Ketika meminta bantu pengurusan duplikat buku nikahnya, tambah Suhaibah, Firmansyah yang menanyakan berapa biayanya dan uangnya akan ditransfer ke rekening. 

"Saya pun menyebutkan nominalnya dan uangnya pun ditransfer melalui rekening. Saat itu, antara saya dan Firmansyah tidak ada persitegangan. Tapi, entah mengapa begitu duplikat buku nikah sudah jadi dibuat, Firmansyah meminta kuitansi. Saya berikan kuitansi. Tapi untuk keperluan pembayaran saya tidak tuliskan dalam kuitansi tersebut. Sebab, hal ini akan berbahaya bagi saya. Bahkan, dalam kuitansi tersebut tidak ada cap instansi," tambahnya.

Berita terkait: Oknum Petugas KUA Jatiagung Pungut Rp800 Ribu untuk Duplikat Surat Nikah

Malam hari, kata Suhaibah, sempat istri Firmansyah mempertanyakan buat apa saja uang Rp800 ribu tersebut melalui pesan WhatsApp-nya.

"Nanti telepon saja mbak, setengah jam lagi saya tunggu. Tapi, istri Firmansyah tidak juga meneleponnya. Akhirnya, saya telepon. Saya bilang begini, kalau merasa kurang puas saya tunggu di KUA saja hari Senin. Nanti saya bantu ketemu juga dengan kepala KUA-nya. Karena, intinya mau gratis kan. Namun, pada Senin yang bersangkutan tidak datang," katanya. 

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenang Lampung Selatan Azhari, mengatakan masalah tersebut seharusnya diselesikan secara baik-baik. 

"Segala persoalan tentunya ada jalan keluar yang terbaik," katanya. 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar