#nakes#insentif

Penjelasan Kadinkes Soal Insentif Nakes Telat Cair

( kata)
Penjelasan Kadinkes Soal Insentif Nakes Telat Cair
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli saat ditemui di Gedung Pusiban, Selasa, 31 Agustus 2021. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengaku keterlambatan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) karena terhambat verifikasi data.

"Ini karena ada keterlambatan memverifikasi data tenaga kesehatan, jadi bukan karena kesalahan APBD tak ada uang atau apa, tapi karena kita telat memverifikasi," kata Edwin Rusli, Selasa, 31 Agustus 2021.

Edwin menambahkan pembayaran insentif nakes tersebut diperkirakan dalam sebulan tersalurkan Rp350 juta.

"Segera kami bayarkan dari bulan Febuari hingga April jadi sekitar Rp1 miliar lebih insentifnya akan tersalurkan," ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk Mei, Juni, dan Juli akan tersalurkan ke nakes pada dua minggu berikutnya.

"Jadi bertahap, untuk Januari 2021 sudah dilakukan pembayaran karena untuk mendata sekitar berapa jumlahnya nakes di kota," jelasnya.

Adapun nakesnya merupakan dari Puskesmas dan Rumah Sakit kota Bandar Lampung.

"Anggaran sudah ada. Untuk jumlah nakesnya ada ribuan," tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, Mendagri Tito Karnavian telah menanda-tangani surat teguran kepada 10 kepala daerah (bupati dan wali kota) yang belum membayarkan insentif kepada nakes di daerahnya.

10 daftar kepala daerah yang ditegur oleh Mendagri salah satunya Wali Kota Bandar Lampung.

Winarko







Berita Terkait



Komentar