pandemi

Penjaringan Temuan Kasus TBC Terapkan Protokol Kesehatan

( kata)
Penjaringan Temuan Kasus TBC Terapkan Protokol Kesehatan
Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lampung Utara, M. Yusuf, mengisi acara monitoring dan evaluasi program TBC di aula IBI Kotabumi, Selasa (1/12/2020). (LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO)


KOTABUMI (lampost.co) -- Kegiatan pencarian kasus TBC baru di 247 desa/kelurahan tersebar di 23 kecamatan dilakukan kader TB yang ada di desa setempat sebelum pandemi Covid-19. Setelah terjadi pandemi untuk sementara kegiatan tersebut dihentikan dan seluruh agenda lebih difokuskan untuk pencegahan Covid-19. 

"Di new normal ini, pencarian kasus TBC baru di desa oleh kader TB dan layanan kesehatan di puskesmas kembali dioptimalkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, M. Yusuf, di sela kegiatan monitoring dan evaluasi program TBC di gedung aula IBI Kotabumi, Selasa (1/12/2020). 

Untuk target pemeriksaan suspect penderita tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lampung Utara, kata dia, ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 2.080 orang. Dari jumlah itu, capaian pemeriksaan yang mesti dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten adalah 58 persennya atau sebanyak 1.207 orang. 

"Pemeriksaan suspect penderita TBC terfokus di lingkungan terdekat pasien TBC tinggal seperti keluarga maupun tetangga dan selama pandemi pemeriksaan suspect TBC mesti menerapkan protokol kesehatan," tuturnya. 

Dia mencontohkan, selain penerapan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sebelumnya pemeriksaan TBC, petugas akan menanyai warga yang akan diperiksa itu dengan pertanyaan standar seperti, selama seminggu terakhir pernah berkunjung atau pergi ke mana. 

"Kalau warga yang menjadi target pemeriksaan suspect penderita TBC pernah berkunjung ke wilayah zona merah dalam seminggu terakhir, mereka disarankan melakukan rapid test dan bila hasilnya negatif, pemeriksaan TBC baru akan dilakukan," ungkapnya. 

Selama pandemi, dari 1.207 orang suspect TBC di kabupaten yang mesti diperiksa, hasil laporan pendataan petugas mulai Januari hingga November 2020, baru tercapai 26,5 persen orang atau 310 orang. 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar