#beritalampung#beritalampungterkini#kesehatanlansia#lansia#kesehatan

Peningkatan Kesehatan Bantu Lansia Tetap Produktif

( kata)
Peningkatan Kesehatan Bantu Lansia Tetap Produktif
Dinas Kesehatan Lambar gelar orientasi penggunaan panduan caregiver bagi pelayanan kesehatan lansia di aula Bappeda setempat, Kamis, 13 Oktober 2022. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia serta modal bagi setiap warga untuk mencapai tujuan kemakmuran. Karena itu, pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk tetap dapat hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lampung Barat Cahyani Susilawati menyatakan hal itu pada kegiatan orientasi penggunaan panduan untuk caregiver pada perawatan jangka panjang bagi lanjut usia (lansia) 2022 di aula Bappeda setempat, Kamis, 13 Oktober 2022.

Menurut dia, seseorang tidak akan bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya jika dalam kondisi tidak sehat. Karena itu, dapat dipastikan kesehatan merupakan modal setiap individu meneruskan kehidupan secara layak pada semua tahapan usia, baik dari masa bayi sampai dengan lanjut usia.

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Minta Warga Waspada DBD

“Dalam Pasal 138 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menetapkan upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia ditujukan untuk menjaga agar para lanjut usia tetap sehat dan produktif secara sosial dan ekonomis,” katanya.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk tetap dapat hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis.  “Lansia juga memiliki hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk itu upaya peningkatan kesejahteraan lansia diarahkan agar tetap diberdayakan sehingga dapat berperan dalam kegiatan pembangunan dengan memperhatikan fungsi, keterampilan, usia, dan kondisi fisik dari lansia itu sendiri,” ujarnya.

Adapun masyarakat yang sudah masuk usia lansia dalam definisi pusat kesehatan adalah bagi yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Kemudian untuk kelompok pra-lansia berumur 45—59 tahun.

Menurut dia, meningkatnya jumlah penduduk lansia akan memengaruhi angka beban ketergantungan rasio ketergantungan penduduk tua (old dependency ratio) yaitu angka yang menunjukkan tingkat ketergantungan penduduk tua terhadap penduduk usia produktif. Untuk mengurangi beban ketergantungan ini, upaya yang dilakukan agar penduduk lansia bisa hidup mandiri dan tetap produktif harus ditingkatkan.

“Salah satu permasalahan sangat mendasar pada lansia adalah kesehatan. Karena itu, diperlukan pembinaan kesehatan pada kelompok pra-lansia dan lanjut usia yang dapat dilakukan sejak usia dini. Masalah kesehatan yang dialami lansia adalah munculnya penyakit degeneratif akibat proses penuaan, gangguan gizi (malnutrisi), penyakit infeksi serta masalah kesehatan gigi dan mulut,” katanya.

Puskesmas sebagai unit terdepan diharapkan mampu melakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif tingkat dasar bagi lansia. Pelayanan kesehatan lansia di puskesmas harus dilakukan profesional dan berkualitas, paripurna, terpadu, dan terintegrasi dengan memperhatikan aspek geriatri pada lansia.

Di Lambar sasaran lansia yang berusia lebih dari 60 tahun ada 27.348 jiwa  dengan 77 posyandu lansia yang terbentuk dan tersebar di 15 kecamatan. Adapun kegiatan pelayanan yang dilaksanakan untuk lansia yaitu pelayanan kesehatan dan olahraga. Namun, pelaksanaan kegiatan posyandu bervariasi, baik waktu dan tempatnya.

Masalah kesehatan yang paling banyak dialami kelompok lansia berdasar riset kesehatan dasar (riskesdas) 2018 adalah penyakit tidak menular, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), peradangan sendi (osteoarthritis), kencing manis (diabetes melitus), penyakit jantung, stroke, gagal ginjal menahun, dan kanker. Masalah-masalah tersebut menyebabkan ketidakmampuan lansia untuk melaksanakan kegiatan guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehingga membutuhkan perawatan jangka panjang (PJP).

Karena itu, kegiatan PJP caregiver mempunyai peran penting dalam mendampingi dan membantu lansia melakukan kegiatan sehari-hari. Peran caregiver sangat penting untuk memiliki keterampilan khusus sehingga mampu melakukan perawatan bagi lansia sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi serta mencegah terjadinya komplikasi agar mampu mempertahankan kualitas hidup yang normal.

Karena itu, pihaknya memandang perlu adanya kegiatan orientasi penggunaan panduan untuk caregiver pada PJP bagi lansia.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar