#ipm#pemprov#putussekolah

Peningkatan IPM di Lampung Fokus Tangani Isu Putus Sekolah

( kata)
Peningkatan IPM di Lampung Fokus Tangani Isu Putus Sekolah
Ilustrasi siswa sedang membaca buku. Dok Humas Kemendikbud


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah di kabupaten/kota.  

"IPM isunya macam-macam. Ada yang dari faktor budaya, ekonomi, hingga infrastruktur. Masih terkait IPM, nanti juga akan ada gerakan serentak untuk menyikapi masalah anak tidak sekolah," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Lampung, Mulyadi Irsan, Senin, 18 April 2022.

Baca: IPM Provinsi Lampung Capai 69,69

 

Isu anak putus sekolah, kata dia, bahkan sudah menjadi permasalahan nasional.

"Kita dorong agar urusan pendidikan bisa lebih dioptimalkan, nanti akan ada rencana aksi dan membentuk tim di provinsi dan kabupaten/kota," jelas dia. 

Pembentukan tim tersebut bertujuan agar meraih unsur IPM secara lebih makro. Pasalnya, IPM tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi. Adapun daerah yang dimaksud meliputi Kabupaten Mesuji, Tanggamus, Way Kanan, dan Pesisir Barat.

"Memang harus didorong karena sejumlah faktor seperti hubungan antara anak tidak sekolah dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah bisa dipetakan secara jelas," papar dia. 

Sementara itu, Mulyadi menyebut wilayah seperti Kota Metro, Bandar Lampung, dan Pringsewu sudah relatif bagus.

"Solusi awal ini kita kerja sama kawasan seperti Mesuji. Nanti akan ada edaran dari Pak Gubernur untuk minta kabupaten/kota serempak mengatasi persoalan pendidikan," kata dia. 

Ia menerangkan banyak faktor yang menjadikan isu putus sekolah dianggap wajar.

"Seperti budaya tidak usah sekolah lebih baik nikah saja. Dan ternyata ini menular ke adik-adiknya, hal seperti ini akan ada pendekatan bersama dengan BPS," jelas dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar