#bpom#pasarwayhalim#beritabandarlampung

Penilaian Pasar Aman dari Makanan Berbahaya di Bandar Lampung Diteruskan

( kata)
Penilaian Pasar Aman dari Makanan Berbahaya di Bandar Lampung Diteruskan
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Adiansyah. Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah mengatakan pihaknya berencana meneruskan penilaian pasar bebas makanan berbahaya di Kota Tapis Berseri.

Sebeumnya, hasil penilaian nomor satu tingkat nasional oleh BPOM RI, Pasar Way Halim, Kota Bandar Lampung dinyatakan sebagai pasar yang bebas dari makanan berbahaya.

"Kami akan mengajukan di tahun mendatang apabila diperlukan oleh BPOM RI untuk dilaksanakan penilaian seperti sebelumnya. Untuk saat ini baru Pasar Way Halim saja yang kita ajukan, karena dari pusat hanya minta satu pasar. Pasar lainnya kemungkinan nanti akan diajukan juga. Pemberian penghargaan dijadwalkan bulan Oktober," kata Adiansyah, Senin, 19 Oktober 2020.

Adiansyah mengatakan penghargaan yang diterima oleh Pemkot beberapa hari lalu untuk hasil penilaian Pasar Way Halim itu adalah 'Penghargaan Pasar Yang Bebas Makanan Berbahaya'.

"Pasar itu memang kita tunjuk untuk sampel beberapa pasar di Bandar Lampung, tidak semua pasar. Jadi Pasar Way Halim kita tunjuk. Setelah dites oleh BPOM RI tidak ada makanan yang berbahaya dijual, seperti makanan berformalin, zat pewarna tekstil, dan lain-lain tidak ada," kata dia.

Menurutnya, Pasar Way Halim memiliki nilai lebih tersendiri dengan sebelumnya telah mendapatkan penilaian dari Kementerian Perdagangan RI. Maka dari itu diusulkan ke BPOM RI.

"Pasar itu juga sudah merupakan pasar tertib ukur juga yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. Jadi itu salah satu poin juga yang menunjang nilai sehingga kita juara," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar