#investasi

Pengusaha Kelapa Rugi Ratusan Juta Akibat Investasi di MAF

( kata)
Pengusaha Kelapa Rugi Ratusan Juta Akibat Investasi di MAF
PT. Midtou Aryacom Futures di Jalan Kartini, Tanjungkarang. Lampost.co/ Salda


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Pengusaha kelapa di Kalianda, Syahrul mengaku rugi ratusan juta akibat  investasi di perusahaan pialang berjangka PT. Midtou Aryacom Futures (MAF) di Jalan Kartini, Tanjungkarang, Enggal.

Syahrul tertarik karena diiming-iming investasi emas dengan keuntungan yang menjanjikan.

Pada Minggu, 14 Agustus 2022, Syahrul  menceritakan awalnya ia tidak tertarik sama sekali berinvestasi atau ikut trading. Namun karyawan PT. Midtou Devita dan Gunawan selalu datang ke rumahnya dengan meminta agar mau berinvestasi dan di janjikan keuntungan besar.

Baca Juga : Polisi Bongkar Penipuan Investasi Bodong Senilai Rp15 Miliar

"Awalnya tidak mau, mereka berdua selalu datang, katanya kalau saya investasi dapat keuntungan besar akhirnya saya cobalah karena kasian liat dia ke rumah terus,” katanya.

Selanjutnya, ia berinvestasi senilai Rp200 juta kemudian dibuatkan akun oleh perusahaan tersebut. Korban mulai bermain hingga larut malam karena harus mengamati saham dunia di aplikasi tersebut.

Awalnya Sahrul menang dan setelah itu loss atau rugi. Kemudian dirinya bertanya kepada Devita yang kebetulan rumah tidak berjauhan meminta caranya agar uang kembali.

"Dia (Devita)  meminta saya agar top up untuk bisa mengambil kembali uang saya yang hangus," katanya.

Karena Devita meyakinkan uangnya kembali dengan cara top up. Akhirnya Sahrul mengupayakan berinvestasi kembali sejumlah Rp100 juta.

“Uang itu saya pinjem sama mantu saya seratus juta, main lagi namun tetap kalah malah tambah rugi," ujarnya.

Ia menduga ada kejanggalan di PT. MAF karena semua nasabah yang investasi rata-rata mengalami loss atau rugi.

Maka dari itu ia berharap Polresta Bandar Lampung maupun Polda Lampung untuk mengusut dugaan kejanggalan ini dan menyelidiki izin usaha dan sebagainya agar korban tidak bertambah.

“Saya heran semuanya pada rugi, ada apa ini, kalau benar ini bursa efek terhubung ke pasar dunia tapi pergerakan grafiknya beda, harusnya sama," ujarnya.

Kemudian, sumber Lampost.co menuturkan pemilik perusahaan pialang tersebut yakni PT. MAF merupakan mantan direktur PT. Solid Gold Berjangka yang dibubarkan oleh aparat penegak hukum karena nasabah rata-rata mengalami loss atau rugi.

Saat di konfirmasi Penanggugjawab PT MAF tidak merespon meski WhatsApp dalam keadaan aktif.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan jika ada nasabah yang merasa dirugikan atau ditipu dan sebagainya oleh perusahaan pialang berjangka untuk segera lapor.

"Buat laporan saja ke Polresta nanti akan kami tangani," ujarnya.

Ia melanjutkan pihaknya siap melakukan penyelidikan terkait investasi pialang di perusahaan PT. Midtou Aryacom Futures.

Jika ditemukan adanya pelanggaran oleh Polresta Bandar Lampung maka pihaknya akan menindak sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

"Kalau sudah ada laporan kami akan lakukan penyelidikan," ujarnya.

Dian Wahyu K








Berita Terkait



Komentar