#Hiburan#Bioskop

Pengusaha Bioskop Menanti Izin Kembali Beroperasi

( kata)
Pengusaha Bioskop Menanti Izin Kembali Beroperasi
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.


Jakarta (Lampost.co) -- Pengusaha bioskop masih menantikan izin dari pemerintah daerah setempat untuk kembali memulai operasional. Pro kontra masih terus berlanjut sebab beberapa pemerhati kesehatan masih khawatir fasilitas hiburan tersebut jadi tempat penularan virus korona (covid-19).

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan pihaknya akan patuh dengan kebijakan Pemerintah seperti pemenuhan aspek protokol kesehatan.

Ia pun meminta para ahli kesehatan di Tanah Air satu suara dalam memberikan rekomendasi yang paling ideal untuk beraktivitas di lingkungan bioskop.

"Saya rasa masalah ini kalau terus berlarut cenderung akan menghilangkan kepercayaan masyarakat. Kenapa para ahli itu tidak kumpul di internal supaya kita kaji betul," kata Djonny dikutip dari acara Prime Talk Metro TV, Jumat, 28 Agustus 2020.

Menurut Djonny, referensi internasional ihwal keamanan membuka operasional bioskop telah diterapkan. Perdebatan masalah yang muncul bisa selesai dengan saling memperkuat pengujian dalam penerapan referensi protokol kesehatan.

"Saya tidak mau mendahului kebijakan dari Pemerintah maupun gugus tugas. Berbuat ini (penerapan protokol kesehatan) bukan argumentasi adu pendapat yang kita sendiri belum dapat acuannya," ungkapnya.

Djonny menyayangkan referensi protokol kesehatan untuk bioskop di Indonesia lebih lambat diurus dibandingkan fasilitas umum lainnya. Secara logika, kata dia, gedung bioskop punya volume ruang yang lebih besar dalam penerapan physical distancing ketimbang transportasi seperti pesawat, bus antarkota, dan kereta api.

"Kami ini cukup bersabar, Juli Pak Menteri bilang iya, ternyata dicabut dan kami tidak marah. Lalu Agustus kemarin baru sehari keluar lalu dicabut lagi. Kita harus melihat apa yang harus dilakukan dan mematuhi semua apa yang dibuat Pemerintah, tidak serta-merta kita buka bioskop," tuturnya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar