terorisKotakAmalLAZABA

Pengurus LAZ ABA Penuhi Panggilan Kemenag Lampung

( kata)
Pengurus LAZ ABA Penuhi Panggilan Kemenag Lampung
Pjs Ketua yayasan LAZ ABA Cabang Lampung Dwi Raditya. Lampost.co/Asrul


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Abdurrahman bin Auf (ABA) akhirnya memenuhi panggilan Kanwil Kemenag Lampung. Pemanggilan itu untuk mengklarifikasi tudingan Mabes Polri soal dugaan 20.000 kotak amal LAZ ABA digunakan untuk pembiayaan terorisme kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Pengurus LAZ ABA tiba di kantor Kanwil Kemenag Lampung, Rabu 23 Desember 2020, sekitar pukul 14.58. Dari tiga orang yang datang, dua diantaranya yakni Pjs Ketua Yayasan LAZ ABA Cabang Lampung Dwi Raditya, dan humas Hamdan Fauzi.

Baca juga: Pendanaan Via Kotak Amal Dihentikan, LAZ ABA: Banyak Kabar Miring

Klarifikasi tersebut berlangsung selama 90 menit, dan tertutup. Usai pertemuan tak banyak yang dipaparkan oleh Pjs Ketua Yayasan LAZ ABA Cabang Lampung Dwi Raditya pada awak media.

Paparan yang ia sampaikan tak jauh beda dengan yang dimuat Lampost.co sebelumnya. Seperti membantah kotak amal untuk pendanaan terorisme, hingga membantah jumlah kotak amal yang disebutkan oleh Mabes Polri ada 6.000. Sedangkan menurutnya kotak amal LAZ ABA hanya ada 2.763 buah.

Kemudian terkait salah satu sumber penghimpunan dana mereka yakni kotak amal untuk santunan ke- 8 azkab penerima zakat.

"Yang kami sampaikan, sama saja dengan yang sudah dimuat sebelumnya," ujar Dwi di Kantor Kanwil Kemenag Lampung.

Soal kotak amal yang tersebar di minimarket dan rumah makan, ia pun mengakui sedang vakum terlebih dahulu. "Iya kita tarik secara bertahap, belum semua," katanya.

Sementara Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wafaq (Penaiszawa) Kawnil Kemenkumham Lampung, Firman Luqmanul Hakim mengatakan, pengklarifikasian tersebut dilakukan sebagaimana tupoksi dari Kanwil Kemenag Lampung.

Terkait langkah selanjutnya seperti pemeriksaan lanjutan dan kebijakan sebelumnya, akan ditindaklanjuti oleh Kanwil Kemenag Lampung berkoordinasi dengan kemenag.

"Nanti langkah dari pak kakanwil selanjutanya untuk melaporkan ke pusat/atasan," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar