#jalantol#jtts#tolsumatera

Pengurangan Petugas Ambulans Tol Dinilai Salahi Aturan

( kata)
Pengurangan Petugas Ambulans Tol Dinilai Salahi Aturan
Petugas ambulans tol. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengurangan petugas ambulans tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) dinilai melanggar aturan.

"Kami petugas ambulans tol diinformasikan RS Airan Raya akan adanya efisiensi mulai 12 November melalui pengurangan karyawan," kata seorang petugas ambulans tol yang tak ingin disebutkan namanya, Selasa, 9 November 2021.

Menurut dia, pengurangan karyawan tersebut terdapat aturan yang dilanggar, seperti putusan yang hanya diberlakukan, yaitu satu petugas ambulans (perawat) dengan mengendarai mobil yang berjaga di tol jika terjadi kecelakaan.

"Dasar hukumnya tidak ada ambulans untuk menangani darurat hanya diisi satu orang saja, karena minimal dua orang. Berdasarkan Kemenkes dan WHO pun dalam satu ambulans gawat darurat tak boleh satu pelayan kesehatan yang rangkap menjadi sopir," katanya.

Sebab, penerapan efisiensi itu tak akan bisa dilakukan di jalan.

"Bayangkan saja jika tiap ambulans hanya satu petugas membawa kendaraan menuju rumah sakit terdekat. Berarti selama perjalanan tak ada pelayanan medis. Padahal itu yang sangat dibutuhkan untuk pertolongan pertama," jelasnya.

Bahkan, di Jakarta petugas ambulans berisi empat orang, yaitu satu dokter, dua perawat, dan satu sopir.

"Yang jadi persoalan kenapa hanya terjadi di Lampung, PT Hutama Karya yang menaungi fasilitas kesehatan di tol sejak Maret 2021 dilakukan pengurangan petugas ambulans tepatnya di tol Bakauheni - Terbangi Besar. Lalu disusul di sini (Terpeka)," katanya.

Sementara itu, Humas RS Airan Raya, Noening, mengatakan pihaknya tak bisa langsung memberikan statement kepada media. "Klarifikasi bisa langsung ke RS untuk tanyakan lebih lanjut dengan membawa surat tugas atau melalui pesan WhatsApp agar bisa kami tanyakan ke manajemen," kata dia.

Pihaknya juga menegaskan tak bisa langsung jawab pertanyaan secara langsung. "Kami hargai regulasi media, tapi kami juga mohon diberi ruang hak jawab dan tak bisa langsung jawab cepat," tutup dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar