#lampung#pesisirbarat#pantailabuhanjukung

Pengunjung Sepi, Pedagang di Pantai Labuhan Jukung Menjerit

( kata)
Pengunjung Sepi, Pedagang di Pantai Labuhan Jukung Menjerit
Lokasi wisata Pantai Labuhan Jukung Krui, Pesisir Barat, yang sepi pengunjung dan pembeli. Lampost.co/Yon Fisoma

KRUI (Lampost.co) – Para pedagang makanan dan minuman di Pantai Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah, mulai menjerit. Sebab, sepanjang musim kemarau ini, wisatawan yang datang berkurang mengakibatkan pendapatan turut menurun.   

Mereka mengaku meskipun kadang ada rombongan wisatawan mancanegara yang datang untuk surfing atau sekadar duduk- duduk santai, jarang sekali membeli dagangan para pedagang. Kondisi itu membuat 32 pedagang  lapak dan asongan di Pantai Labuhan Jukung harus gigit jari.

"Ya kadang banyak bule datang , tapi jarang nyangkut (membeli makanan atau minuman yang dijual)," kata El, salah seorang pedagang, Jumat, 25 Oktober 2019.

Hal senada dikatakan pedagang lainnya Yulian. Menurut dia, sejak usai Lebaran Iduladha lalu, pengunjung dan pembeli di Pantai Labuhan Jukung  sepi. "Pengunjung yang datang ke sini berkurang. Kondisi itu secara otomatis membuat omzet juga ikut menurun," kata dia.

Dia menjelaskan saat suasana ramai dapat mengantongi uang sekitar Rp500 ribu. Namun, belakangan ini barang jualannya sulit sekali laku.

Saking sepinya, dalam sehari hanya  laku satu porsi atau satu buah es dugan (kelapa muda), yang rata-rata dijual Rp10 ribu per butir. Bahkan, tidak jarang tidak ada satu pun dugan yang laku.

"Dampak dari kemarau panjang ini mungkin karena tidak ada hasil bumi. Pokoknya benar-benar anjlok deh. Biasanya kemarau panjang saja masih ada musim buah duku, durian, manggis, tetapi sekarang enggak ada musim sama sekali. Akibatnya perputaran uang juga seret, sulit," katanya.

Para pedagang kini hanya bisa menunggu dan berharap ada pengunjung yang membeli dagangan mereka. "Semoga situasi seperti ini tidak lama, bisa kembali normal seperti semula," ujarnya.

 

Yon Fisoma



Berita Terkait



Komentar