#covid-19#viruskorona#protokolkesehatan

Pengunjung Sejumlah Kafe di Way Halim Abai Protokol Kesehatan

( kata)
Pengunjung Sejumlah Kafe di Way Halim Abai Protokol Kesehatan
Sejumlah pengunjung kafe yang berkerumun tanpa menjaga jarak. Lampost.co/Atika Oktaria SN


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah pemuda yang menghabiskan malam hari dengan berkumpul dan bercengkerama bersama teman di sejumlah kafe di Bandar Lampung tanpa menaati protokol kesehatan. Kondisi tersebut terlihat di sepanjang Jalan Sultan Agung tepatnya sejumlah warung hingga kafe yang ada di sepanjang trotoar ruko Way Halim.  

Dalam pantauan Lampost.co, antrean kendaraan roda empat dan dua berjajar memenuhi area parkir. Di salah satu kafe yakni Oops Pujasera, terpantau terdapat live musik yang menghadirkan band lokal. Selain itu juga terdapat tenant atau booth makanan yang cukup banyak sehingga pengunjung banyak menikmati makanan di tempat.

Namun, tampaknya arahan penerapan protokol 3M dari pemilik kafe tidak dihiraukan pengunjung karena masih banyak yang berkumpul tanpa menerapkan menjaga jarak hingga tak menggunakan masker.

"Kami sih sudah kasih arahan cuma memang pengunjung masih suka bandel, duduk enggak mau dipisah, kami juga menyediakan tempat cuci tangan tapi jarang banget dipakai," ujar salah satu pegawai di kafe tersebut, Minggu, 22 November 2020.

Tak hanya di tempat tersebut, berjarak kurang lebih 100 meter terdapat kafe pinggiran yang menyediakan kursi di pinggiran ruko. Dalam pantauan Lampost.co, terdapat sekitar 50 kendaraan bermotor yang terparkir di kafe tersebut. 

Terlihat juga pedagang kewalahan melayani pengunjung yang didominasi pemuda dan pemudi. Namun mirisnya, tak tersedia pelayanan protokol kesehatan di tempat tersebut.

Bahkan, dengan mudahnya para pengunjung bercengkerama bersama teman tanpa menggunakan masker. Seolah tak takut virus Covid-19, para pengunjung bahkan tak segan duduk berimpitan bersama sesama temannya.

Pemilik kafe mengaku telah menyediakan alat cuci tangan. "Saya sediakan, Mbak, cuma ya memang enggak kita imbau harus cuci atau enggak. Menurut saya, itu kesadaran diri sendiri," ujarnya yang enggan disebutkan nama.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar