#airlanggahartarto

Penguatan Ekosistem Pacu Industri Halal

( kata)
Penguatan Ekosistem Pacu Industri Halal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa


Bandung (Lampost.co) -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai salah satu penyebab Indonesia dinilai bertahan terhadap tekanan global adalah pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Sebab, ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia patut menjadi perhatian.

"Ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia merupakan sektor yang memiliki peluang pertumbuhan menarik secara global,” kata Airlangga dalam pidato pada acara Studium Generale Universitas Islam Nusantara dengan tema “Prospek dan Tantangan Perekonomian Indonesia Pasca-Pandemi”, Senin, 21 Maret 2022.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar itu untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal 2022, pemerintah mengeluarkan berbagai bauran kebijakan.

Salah satunya memberikan stimulus bagi pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan ekosistem halal value chain. Terutama pada sektor pertanian yang terintegrasi, yakni kuliner halal dan fashion muslim.

Selain itu akan dilakukan percepatan perluasan implementasi halal assurance system sebagai percepatan sertifikasi halal pelaku UMK.

"Selanjutnya perluasan penyaluran cash-waqf linked sukuk (CWLS), penerapan pembiayaan kreatif syariah, serta implementasi layanan syariah BP Jamsostek,” ujarnya.

Dia mengaku pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk di jalur positif. Hal itu terlihat dari perbaikan sisi permintaan dan pertumbuhan dari sisi suplai. Di saat bersamaan, perekonomian global pada 2022 diproyeksikan masih melanjutkan tren pemulihan.

Pemulihan akan bertumpu pada transisi pandemi menjadi endemi. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 4,4 persen. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 sebesar 5,2 persen (yoy).

Dia menambahkan, selain ekonomi syariah, Indonesia juga tengah merasakan pertumbuhan ekonomi digital. Hal itu didorong terjadinya pergeseran perilaku masyarakat ke platform digital.

"Untuk itu, dukungan pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk mendorong produktivitas masyarakat juga akan terus dilakukan,” ujar dia.

Untuk itu, berbagai strategi diterapkan untuk mendukung ekonomi digital, seperti kartu prakerja, gerakan nasional literasi digital, digital talent scholarship, dan digital leadership academy. Program itu diharapkan mendukung pengembangan digital talent dan digitalisasi UMKM yang bergerak di sektor halal.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar