#feature#pelabuhan#lebaran2019

Pengorbanan Petugas STC Pelabuhan Jalankan Tugas Saat Libur Lebaran

( kata)
Pengorbanan Petugas STC Pelabuhan Jalankan Tugas Saat Libur Lebaran
Petugas pengatur lalulintas kapal mengamati pergerakan lalu lintas kapal dari monitor STC Pelabuhan Bakauheni. Lampost.co/Aan Kridolaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Tiga petugas informasi Ship Traffic Controle (STC) Pelabuhan Bakauheni nampak menikmati setiap gambar yang ada di layar monitor yang berada diruangan tersebut. Mata mereka tak lepas memandang monitor yang menggambarkan arus lalu lintas kapal ferry yang menyeberang dari Bakauheni ke Merak dan sebaliknya.

Seorang petugas informasi STC Pelabuhan Bakauheni, Syafei Siregar (48) bersama kedua rekan kerjanya setiap detik, menit sampai 12 jam memantau pergerakan lalu lintas kapal. Tugas Syafei makin berat untuk untuk mengatur jadwal bongkar muat kapal menyusul saat kondisi libur Lebaran.

"Jadwal makin padat dan ketal saat arus mudik dan balik Lebaran. Monitor dan alat komunikasi melalui radio VHF channel 16 (saluran internasional) dengan frekuensi 8250 tidak bisa lepas dari pantauan kami," kata bapak berbadan tambun ini, Senin (20/5/2019).

Di depan Syafei, berbagai macam alat pantau aktif selama 24 non-setop. Layar sebesar 24 inci yang terhubung dengan satelit berfungsi memantau pergerakan kapal. Selain itu ada juga alat deteksi kecepatan angin, dan alat handy talking yang terhubung dengan semua nahkoda kapal. "Radio VHF channel 16 ini menghubungkan ke semua nahkoda. Sehiingga saat terjadi apa-apa cepat diketahui, " katanya.

Jika kondisi cuaca buruk berupa angin kencang diatas 20 knot dan gelombang mencapqi 2,5 meter keatas, maka segera memberi tahu nahkoda. "Dari permukaan ombak dan angin tenang, namun belum tentu juga saat kapal hendak sandar. Ternyata arus bawah laut cukup kencang. Hal ini juga akan kami beritahukan ke nahkoda agar tidak kesulitan sandar dan berdampak pada penumpukan kendaraan. Ini yang perlu kita beritahu ke nahkoda," kata dia.

Lalu lintas kapal rata-rata butuh waktu 1 hingga 2 jam untuk menyeberang. Saat kapal sampai di tepi dermaga, petugas STC juga harus mengatur jadwal antrean sandar. Dari menara pantau setinggi 10 meter, mereka bisa melihat keseluruhan pergerakan kapal dengan leluasa. "Jarak antar kapal normalnya 300-an meter, kami sudah saling komunikasi untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Syafei bersama rekan kerjanya, Wa Ode Ekasulistyawati dan Jumiati Agus selaku supervisi itu mengaku sudah 20 tahun tidak merasakan Lebaran bersama keluarga.  Sebagai petugas jaga lalu lintas di Pelabuhan Bakauheni,  mereka harus siaga dan bergantian selama separuh hari. Masing-masing shif, dijaga oleh tiga orang petugas.

"Saya sudah 20 tahun kerja jadi petugas lalulintas kapal. Kalau pas jaga saat Lebaran kadang hanya kebagian salat Idulfitri saja. Dan langsung kembali kerja," ucapnya.

Sementara itu, Humas PT ASDP cabang Bakauheni Saifullahil Maslul Harahap mengaku SDM untuk operator jaga di STC berjumlah 9 orang yang bekerja selama 12 jam. Menurutnya, tiga orang tersebut satu diantaranya sebagai supervisi. "Masing masing shift tiga orang yang bertugas selama 12 jam," pungkasnya.

Aan Kridolaksono

Berita Terkait

Komentar