#Lapas#KotaAgung#BudiDaya

Penghuni Lapas Kota Agung Gandeng Budi Daya Daun Serai

( kata)
Penghuni Lapas Kota Agung Gandeng Budi Daya Daun Serai
Salah satu penghuni Lapas Kotaagung memanen Daun Serai Wangi untuk disuling menjadi essentials oil.

Kota Agung (Lampost.co) -- Sebagai salah satu upaya pembinaan Lapas Kelas II B Kotaagung, Kabupaten Tanggamus ajarkan para narapidana untuk membudidayakan daun serai wangi dan proses penyulingan hingga menjadi minyak Astiri atau (essential oil), Kamis, 30 Januari 2020.

Kepala Lapas Kota Agung Beni Nurrohman mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pembinaan keterampilan kepada penghuni lapas. Dengan harapan dapat diterapkan oleh warga binaan usai menjalani hukuman pada masa belum memperoleh pekerjaan tetap.

"Ilmu yang mereka peroleh bisa mereka terapkan saat bebas. Karena untuk proses dan peralatan tidak memerlukan biaya besar," kata Kalapas.

Kasi Binadik Anggi didampingi Kasubsi Keamanan Johansyah, bahwa saat ini telah memasuki tahap panen. Untuk kemudian dilakukan penyuliangan serai wangi menjadi essential oil. Dalam prosesnya dibantu dengan pihak PT Dewara Nusa Jaya.

"Kami menggunakan mesin berkapasitas 1 kwintal daun serai merah. Lalu pembakaran selama 5 jam dan menghasilkan 700ml minyak sere," kata Anggi.

Menurutnya, para penghuni Lapas yang terlibat cukup antusias untuk mengikuti tahapan dari sejak penanaman hingga penyulingan. Disamping itu mereka mendapatkan ilmu untuk kemudian dilakukan ketika bebas.

"Minyaknya sangat laku dipasar internasional, limbahnya pun bernilai ekonomis," ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar