#peternaklebah#ekbis#beritalampura

Penghasilan Sampingan dari Ternak Lebah Trigona

( kata)
Penghasilan Sampingan dari Ternak Lebah Trigona
Peternak tawon klanceng menunjukkan salah satu kotak koloni miliknya yang dibudidayakan di pekarangan rumah. Foto: Dok

Kotabumi (Lampost.co): Bila ditekuni, pengembangan tawon klanceng atau lebah trigona di lahan pekarangan rumah dapat menjadi penghasilan tambahan keluarga. Kelebihan dari lebah ini, adalah tidak memiliki sengatan sehingga aman dibudidayakan.

Selain itu, peternak tidak perlu repot mencarikan makanan untuk lebah tersebut. Sebab lebah dapat mencari makan sendiri asal lingkungannya mendukung. 

"Modal beternak lebah trigona hanya kotak dari kayu bekas dan kita mesti memastikan lingkungan yang ditempati lebah nyaman untuk tinggal. Setelah itu tinggal menunggu hasilnya," ujar Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Propinsi Lampung, Jiwa Shofari, Senin,18 Mei 2020.

Baginya, beternak lebah trigona merupakan usaha sampingan keluarga yang menjanjikan. Sebab, tidak menyita waktu dari pekerjaan utama yang digeluti dan di masa pandemik korona ini, peternak beserta keluarganya dapat menikmati khasiat dari madu klanceng untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit. 

"Tawon klanceng dapat dikembangkan di pekarangan rumah warga dan keuntungan usaha ini selain mendapatkan hasil secara finansial atau uang, peternak juga mendapat obat alami, yakni; madu, sebagai keberkahan alam yang Allah ciptakan," ujarrnya. 

Terpisah, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani, warga Lipasos, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Samsuri, mengaku lebah yang dikembangkan sejak 2018 lalu, terbagi dua jenis, yakni trigona torasika dengan ciri badannya berwarna kemerahan dan ukuran tubuh sebesar lalat hijau serta trigona itama dengan badan berwarna hitam dengan ukuran tubuh lebih kecil. 

"Saya sudah memiliki 12 koloni lebah klanceng yang ditempatkan di pekarangan rumah. Sedangkan, dari lima orang anggota Poktannya total sudah ada 23 koloni lebah. Saat ini, saya lebih fokus untuk terus memecah koloni klanceng yang ada," kata dia.

Dia mengaku dalam sebulan diperoleh hasil berkisar 10 botol dengan ukuran volume berkisar 280 ml dengan harga jual perbotol di banderol ke konsumen Rp125 ribu. 

"Karena hasilnya belum banyak, penjualan madu klanceng masih dilakukan secara lokal di seputar wilayah Kotabumi. Saya berharap, madu klanceng dapat di kenal luas oleh masyarakat," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar