#penggusuran#PTKAI

Penggusuran PT KAI Dinilai Buat Masyarakat Sengsara

( kata)
Penggusuran PT KAI Dinilai Buat Masyarakat Sengsara
Suasana penggusuran. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas mengatakan bahwa penggusuran yang terjadi di masyarakat harus dihentikan sebelum adanya musyawarah mufakat. Bila mengacu kepada dasar hukum, pastilah ada yang kuat dan ada yang lemah. Penggusuran PT KAI dinilai membuat masyarakat sengsara.

"Orang kan sudah menempati lokasi tersebut sudah lama dan turun temurun. Dampaknya bagi masyarakat kecil ini kan besar, apalagi mereka kondisi ekonomi nya pas pasan. Terutama bagi anak-anaknya yang tadinya punya tempat tinggal sekarang kehilangan tempat tinggal, psikologisnya juga akan terganggu sehingga trauma," katanya kepada Lampost.co, 28 Februari 2020.

Berita Terkait:   LBH Bawa Kasus Penggusuran PT KAI ke KPK dan BPK

Kemudian, ia mengatakan masyarakat membutuhkan keamanan dan kenyamanan dalam hidupnya. Maka PT. KAI sebagai BUMN harus peduli terhadap masyarakat kecil. Sebagai negara, pastinya tidak boleh membuat masyarakat sengsara.

Amanah undang-undang dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat (3) sudah jelas menyatakan bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 

"Senin akan kita coba membahas persoalan ini bersama jajaran. Karena ini tidak elok bila terus terjadi prokontra di masyarakat. Kita ingin pembangunan berjalan dan masyarakat senang. Negara berperan untuk menjaga ketertiban, keamanan, melindungi dan mensejahterakan masyarakatnya," kata Politisi Gerindra ini.

Baca Juga:  PT KAI Dinilai Kangkangi Rekomendasi DPRD Terkait Penggusuran

Sebelumnya DPRD Provinsi Lampung mengeluarkan rekomendasi nomor 005/1953/III.01/2017 tanggal 11 Desember yang ditujukan kepada PT KAI, dan ditandatangani Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal agar tidak melakukan eksekusi lebih dahulu sebelum duduk perkara yang jelas.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar