#simbolsiger#beritalambar#siger#adatlampung

Penggunaan Simbol Siger di Lambar Ditertibkan

( kata)
Penggunaan Simbol Siger di Lambar Ditertibkan
Foto: Dok


Liwa (Lampost.co): Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Lampung Barat dalam waktu dekat akan melayangkan surat kepada instansi, baik pemerintahan maupun swasta serta organisasi masyarakat terkait pengguna simbol siger di wilayah Lambar.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Porapar Lampung Barat Endang Guntoro mendampingi Kadis Tri Umaryani mengatakan penggunaan simbol siger itu sebelumnya pernah diangkat pada pembahasan dalam pertemuan forum adat Sekala Bkhak pada acara Festival Skala Bkhak di 2014 lalu.

Dimana saat itu, kata Endang, penggunaan simbol siger sudah diumumkan dalam kegiatan itu, bahwa penggunaan simbol siger untuk Lambar harus berlekuk  7 sesuai siger adat Saibatin.

Dia mengatakan hasil pembahasan penggunaan simbol siger lekuk 7 dalam forum adat saat itu juga telah diumumkan dalam kegiatan tersebut, akan tetapi untuk pelaksanaan penggunaan simbol itu sejauh ini memang belum pernah dilakukan evaluasi.

"Untuk pihak yang saat ini masih menggunakan simbol lekuk 9 itu kami meyakini jika hal itu dikarenakan kurang memahami," kata dia, Selasa, 17 Maret 2020.

Kedepan pihaknya berencana akan menyurati pihak-pihak yang masih menggunakan simbol yang tidak sesuai, agar penggunaan simbol siger itu dapat disesuaikan dengan tatanan adat yang dianut oleh masyarakat Lambar yaitu siger berlekuk 7 sesuai dengan permintaan dari Saibatin Paksi Pak Skala Bkhak.

Endang menambahkan di Lampung ini ada dua simbol yaitu siger adat Saibatin berlekuk 7 dan simbol adat Pepadun berlekuk 9.

Untuk Lambar secara keadatannya maka masuk ke wilayah adat Paksi Pak Skala Bkhak yang terdiri paksi buay pernong, paksi buay bejalan diway, paksi buay nyerupa dan paksi buay belunguh, yang mengakomodir marga-marga yang ada dibawahnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar