#tolsumatera#jalantol

Pengguna JTTS Diminta Pastikan Saldo E-Toll Cukup

( kata)
Pengguna JTTS Diminta Pastikan Saldo <i>E-Toll<i/> Cukup
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) – Para pengemudi atau pengguna Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) diminta memastikan saldo atau uang elektronik yang terdapat di kartu e-toll terisi. Hal tersebut supaya tidak mengganggu pengemudi lainnya yang sedang melakukan antrean.

Apalagi pada 20 Desember sampai 2 Januari 2020 diperkirakan merupakan jadwal padat lalu lalang kendaraan karena libur Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. "Saya berpesan pengendara memastikan saldo uang elektronik agar tidak mengganggu pengguna jalan lain yang bersaldo cukup. Selain itu, memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan baik, jangan memaksakan diri," kata Kepala Cabang Tol Lampung Bakauheni—Terbanggibesar PT Hutama Karya, Hanung Hanindito, kepada Lampung Post, Kamis, 19 Desember 2019.

Kartu e-toll dapat dibeli di Bank Mandiri atau bisa juga di Indomaret. Selain itu, untuk jenis kartu yang lain, yaitu BNI Tap Cash yang bisa dibeli di kantor cabang BNI. BCA juga meluncurkan kartu Flazz yang bisa digunakan membayar tol, begitupun kartu tol Brizzi BRI yang bisa dibeli di kantor BRI.

Selain itu, kartu tol Blink BTN yang bisa didapat di kantor BTN atau toko-toko retail, seperti Indomaret atau Alfamart terdekat. Pembelian e-toll card juga bisa dilakukan langsung di gerbang tol sehingga memudahkan masyarakat yang belum memiliki kartu atau lupa membawanya.

Tarif untuk sementara ini tidak ada perubahan sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 305/KPTS/M/2019. Besaran tarif jarak terjauh dari Pelabuhan Bakauheni hingga Terbanggibesar dikenakan tarif Rp112.500 untuk kendaraan golongan I. Kemudian Rp168.500 untuk golongan II dan golongan III, sedangkan golongan IV dan golongan V  Rp224.500. 

"Sementara kendaraan yang melaju sampai Kayuagung sama dengan tarif dari Bakauheni sampai Terbanggibesar. Sebab, dari Terbanggibesar sampai Kayuagung masih gratis. Namun, kami menunggu informasi lebih lanjut dari pusat," katanya.

Secara keseluruhan pihaknya sudah siap menyambut Nataru. Jalan tol sepanjang 252 km tersebut dengan rincian ruas Bakauheni—Terbanggibesar sepanjang 140 km dan ruas Terbanggibesar—Pematangpanggang sepanjang 112 km tersebut tentunya melelahkan bagi pengendara. Oleh sebab itu, di JTTS Bakauheni—Pematangpanggang terdapat 11 rest area yang bisa dioptimalkan fasilitasnya untuk para pengendara. 

"Untuk Nataru kami siap melayani pemudik yang akan melewati tol. Rest area kami yang ada sudah kami siapkan untuk bisa melayani pengguna jalan. Kemudian lampu PJU sudah ada di akses dan simpang susun. Kalau untuk di main road, memang tidak ada. Karena ini desain jalan tol luar kota," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar