#CUACAEKSTREM#BMKG#LAMPUNG

Pengguna Jasa Kapal Feri Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

( kata)
Pengguna Jasa Kapal Feri Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
General Manager (GM) PT ASDP cabang Bakauheni Captain Solikin, saat mengimbau pengguna jasa kapal feri di Kantor ASDP, Rabu, 24 November 2021. Lampost.co/MTVL/Rustam Efendi 


Kalianda (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 24 - 25 November 2021 sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terutama bagi pengguna jasa kapal feri. 

Berdasarkan peringatan dari BMKG tersebut, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot. Kemudian, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda. 

General Manager (GM) Captain Solikin mengatakan, gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Sunda saat ini merupakan fenomena alam yang sering terjadi tiap tahun. Dalam penyeberangan ini, terdapat beberapa cuaca musiman diantaranya musim angin Barat dan angin Timur. 

"Dan saat ini masuk pada musim angin Barat atau Pancaroba," katanya, di ruang kerja, Rabu, 24 November 2021. 

Solikin mengimbau, bagi para pengguna jasa kapal feri untuk dapat menjaga keselamatan diri sendiri terutama saat berlayar. Menurutnya, kontrol diri sangat diutamakan untuk menjaga keselamatan diri dalam perjalanan. 

"Kalau secara umum keselamatan penumpang adalah tanggung jawab kami, akan tetapi peran masyarakat terhadap keselamatan diri sendiri ataupun kendaraannya sangat diutamakan," ujar Solikin.

Sementara menurut salah satu petugas yang enggan disebut namanya mengatakan, gelombang tinggi yang disertai angin kencang terjadi pada 23 November 2021. Menurutnya, besarnya gelombang laut membuat kapal feri kesulitan untuk sandar ke dermaga. Bahkan, tidak sedikit kapal yang mengalami gagal sandar. 

"Kemarin gelombang terlalu ekstrem mas, kapal beberapa kali gagal sandar. Selain itu, kendaraan yang mau keluar masuk kapal juga kesulitan. Kalau tidak berhati-hati bisa tergelincir ke laut," katanya saat diwawancarai di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar