PHIhukum

Penggugat Tak Terima Putusan Hakim PHI

( kata)
Penggugat Tak Terima Putusan Hakim PHI
Lampost.co/Firman L Hakim


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Karyawan PT Great Giant Pineapple (GGP) Eva Andriana tidak menerima putusan hakim di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) PN Tanjungkarang yang tidak mengabulkan gugatan upah proses yang diajukannya. Menurut Eva ada kerugian kurang lebih Rp18 juta yang menjadi keberatannya yang tidak ada dalam putusan yang dibacakan hakim ketua Surono.

Padahal hakim anggota, Maya, sebelumnya membacakan putusan yang menyebutkan bahwa upah proses tersebut dibayarkan, namun pada saat ketok palu oleh hakim ketua upah prosesnya dihilangkan.

"Yang saya beratkan upah proses saya tidak dibayarkan padahal PHK saya batal demi hukum. Rencananya Kami akan melaporkan hakim ini ke Komisi Yudisial," kata dia kepada Lampung Post, Selasa, 27 Oktober 2020.

Menurutnya ada kejanggalan lain, yakni dalam kasus yang sama atas nama Bambang Eko selaku Kasienya, hakim mengabulkan seluruh gugatan penggugat lainnya. "Hak saya tersebut harus dibayarkan, karena pada kasus yang sama persoalan upah proses dikabulkan hakim sementara saya tidak," ujar dia.

Eva menambahkan, adapun kejanggalan dan keanehan lainnya dalam perkara nomor 17 ini yakni amar putusan yang bisa berubah tiga kali. "Amar putusan bisa berubah-ubah. Ini sangat aneh. Kami sebagai tenaga kerja yang terzalimi meminta keadilan," katanya.

Dia mengatakan semua sudah jelas dalam perkara ini bahwa perusahaan terbukti bersalah. Pihak perusahaan juga tidak bisa membantah gugatan yang dilayangkan pihaknya. "Ya memang sebagian dikabulkan oleh hakim, tetapi secara keseluruhan seperti upah proses didalam gugatan kami masukkan namun dalam pertimbangan hakim dalam amar putusannya tidak dimasukkan. Itu yang kami sesalkan," ujarnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar