Karomaniunilagusdur

Penggiringan Opini Berperan dalam Pelengseran Gus Dur

( kata)
Penggiringan Opini Berperan dalam Pelengseran Gus Dur
Prof Karomani menyerahkan buku Gus Jatuh dari Kursi Presiden dan Keberpihakan Media Massa kepada salah satu penanggap, Alamsyah. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (lampost.co) -- Penggiringan opini dinilai memiliki peran dalam pelengseran Presiden RI ke-4, Gus Dur. Hal tersebut dibahas dalam Bedah Buku Gus Dur Jatuh dari Kursi Kepresiden dan Keberpihakan Media karya Prof Karomani.

Pada kesempatan itu, Yenny Wahid sebagai pembahas menjelaskan, pembentukan pola pikir masyarakat dengan penggiringan opini lewat pemberitaan. Hal itu menjadi sebab lengsernya Gus Dur. 

Padahal, segala tuduhan kepada Presiden ke empat RI itu tidak ada yang terbukti. "Saya harap buku ini bisa memberikan perspektif baru dalam pembangunan demokrasi ke depan," ujarnya secara virtual, Rabu, 30 Desember 2020.

Sementara itu, pembahas lainnya KH As'ad Said Ali menyampaikan, lengsernya Gus Dur adalah hasil konspirasi politik. Media merupakan salah satu alat sejumlah kelompok dalam konspirasi ini.

Pembentukan opini melalui media merupakan tahap pertama dalam konspirasi lawan politik Gus Dur. Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim lintas fraksi sebagai gerakan di parlemen. "Buku ini memberikan perspektif lain dalam melihat peristiwa sejarah bangsa," tuturnya.

Selain kedua tokoh itu, Unila juga menghadirkan Prof Dedy Mulyana. Kemudian 7 penanggap antara lain Greg Borton, Dahlan Iskan, M Yusuf Barusman, Azyumardi Azri, Alamsyah, Anif Punto Utomo, dan Muhammad Bakir.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar