#Kejahatan#Pencurian

Penggasak Uang Ratusan Juta Terus Diburu

( kata)
Penggasak Uang Ratusan Juta Terus Diburu
Korban Muhtadi saat diwawancarai di depan rumahnya. (Lampost.co/Ferdi Irwanda)

Menggala (Lampost.co) -- Komplotan penggasak uang ratusan juta dan perhiasam di Kampung Karyabhakti, Kecamatan Meraksaaji, Tulangbawang terus diburu. Jajaran Polres Tulangbawang pun dikerahkan untuk membackup personel Polres Banjaragung untuk melakukan pengejaran.

"Iya kami turut membackup kasus ii. Kami sudah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Tekab 308 masih melakukan lidik," kata Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Sandy Galih Putra, dibubungi Lampost.co, Kamis, 23 Januari 2020.

Sandy enggan berspekulasi terkait jumlah pelaku maupun adanya keterlibatan orang dekat korban dalam aksi pencurian yang menggasak uang ratusan juta itu. Ia mengaku pihaknya kini tengah melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Timur itu juga enggan membeberkan terkait barang bukti yang disita dari TKP. Pihaknya juga melum mau merinci siapa saja saksi yang telah mendapat pemeriksaan. "Masih proses penyelidikan. Sementara belum bisa kita simpulkan," ujar dia.

Sandy menjelaskan, aksi pencurian yang menimpa Mukthadi (55) warga RT 3 RK 1 Kampung Karyabhakti, Kecamatan Meraksaaji, Tulangbawang terjadi pada Selasa, 21 Januari 2020. Peristiwa sekitar pukul 05.30 WIB ini pertama kali diketahui sopir korban.

Sopir korban, Suroto, saat itu hendak mengambil kunci mobil di dalam rumah Mukthadi. Suroto saat itu hendak menjemput korban di Unit ll, Banjaragung, lantaran baru tiba dari Solo, Jawa Tengah.

Ketika masuk ke dalam rumah, Suroto mendapati rumah korban dalam keadaan berantakan akibat diacak-acak pelaku pencurian. Suroto lantas melaporkan kondisi rumah kepada adik korban Solihin.

Akibat peristiwa itu, korban yang berprofesi pegawai negeri sipil merugi hingga Rp495 juta. Pelaku menggasak uang tunai Rp460 juta dan perhiasan gelang emas seberat 50 gram yang tersimpan dibalik lemari kamar korban.

"Kondisi rumah kosong kurang lebih satu minggu. Dari pengamatan korban diduga pelaku masuk dari loteng atas rumah dengan cara membuka atau mendongkel jendela loteng," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar