#beritalampung#beritalampungterkini#obat#pengobatansendiri

Pengetahuan tentang Obat Masyarakat Pesisir Barat Masih Minim 

( kata)
Pengetahuan tentang Obat Masyarakat Pesisir Barat Masih Minim 
Kegiatan penyebaran informasi obat yang bermutu, berkhasiat dan aman yang dilaksanakan di salah satu hotel Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis, 8 Desember 2022. Dok Kominfo Pesisir Barat


Krui (Lampost.co) -- Informasi pengetahuan tentang penggunaan obat masyarakat Pesisir Barat masih minim. Mereka masih kurang memahami tentang penggunaan obat rasional, penggunaan obat secara berlebihan, serta cara menyimpan dan membuang obat kedaluwarsa dengan benar.

Untuk lebih memberikan pemahaman terkait penggunaan obat, Dinas Kesehatan setempat menggelar sosialisasi penyebaran informasi obat yang bermutu, berkhasiat dan aman di Hotel Sartika Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis, 8 Desember 2022. 

"Menurut data Susenas Badan Pusat Statistik menunjukan lebih dari 60% masyarakat melakukan pengobatan sendiri. Pengobatan sendiri atau swamedikasi merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasai keluhan atau gejala penyakit, sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan," kata Kepala Dinas  Kesehatan Pesisir Barat Tedi Zadmiko.

Baca juga: Kemenko PMK Puji Capaian IPM dan Kebudayaan Bandar Lampung 

Dia menjelaskan pengobatan sendiri jika dilakukan dengan tepat dan benar dapat menjadi sumbangan besar bagi pemerintah, terutama dalam pemeliharaan kesehatan secara nasional. Sebaliknya, jika tidak dilakukan dengan tepat, dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan dengan adanya efek samping yang tidak diinginkan.

"Untuk itu perlu suatu upaya konkret dan komprehensif dalam mengatasi masalah tersebut sehingga kita dapat meminimalisasi atau mengurangi penggunaan obat yang kurang tepat," ujarnya. 

Dia menambahkan apoteker merupakan agen perubahan yang secara aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar. Masyarakat ketika akan menggunakan obat hendaknya selalu bertanya 5 O, yaitu obat ini apa nama kandungannya, obat ini apa khasiatnya, obat ini berapa dosisnya, obat ini bagaimana cara menggunakannya, dan obat ini efek sampingnya.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari kondisi buruk karena kesalahan penggunaan obat. 

Selain itu, BPOM juga turut bertanggung jawab terkait keamanan obat dan makanan. BPOM menyediakan aplikasi Cek BPOM untuk membantu masyarakat dalam mengawasi keamanan obat yang beredar di masyarakat.

"Saya berharap semoga acara ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk terus meningkatkan keamanan produk-produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat. Selain itu, untuk terus meningkatkan keamanan produk-produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat dan semua dapat bekerja sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Pesisir Barat," katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi BBPOM Bandar Lampung Sri Wulan Mega, perwakilan Camat Pesisir Tengah, para narasumber dari BPOM Bandar Lampung, Ketua IAI PC Pesisir Barat Ardiyansyah, dan anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pesisir Barat.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar