#normalisasisungai#pengerukansungai#banjir#kemarau

Pengerukan Sungai Langkah Antispasi Banjir Pascakemarau

( kata)
Pengerukan Sungai Langkah Antispasi Banjir Pascakemarau
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

KOTABUMI (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mempersiapkan diri guna mengantisipasi musibah banjir saat musim hujan datang. Musibah banjir kerap terjadi setiap tahun melanda akibat pendangkalan sungai. Khususnya yang berada dipusat ibu kota yaitu Kotabumi, seperti aliran Way Sesah, Way Umban dan Way Rarem.

Kepala BPBD Lampura, Karim SR mengatakan pihaknya sebagai leading sektor koordinator masalah bencana di daerah telah dimandatkan untuk melakukan koordinasi, terkait rencana pengerukan sejumlah aliran sungai yang berada di Kotabumi. Sebab, kondisi saat ini sangat memungkinkan melakukan kegiatan itu karena sungai dalam keadaan kering akibat kemarau tahun ini.

"Ya itu adalah instruksi langsung dari Bupati kita, Bapak Agung Ilmu Mangkunegara. Guna menyiasati bagaimana kedepan minim bencana, khususnya yang sering terjadi ditempat kota yakni banjir di musim kemarau. Ini terjadi akibat pendangkalan sungai, karena kebiasaan masyarakat kurang kesadaran akan peduli lingkungan," kata dia, Jumat, 6 September 2019.

Kabid Darlog BPBD Lampura, Meri Edialis mengatakan untuk memaksimalkan kegiatan tersebut pihaknya tengah melaksanakan koordinasi bersama OPD dan satker terkait, seperti Bappeda, DPUPR, DLH, DPKP dan lainnya.

"Kita akan menggelar rapat sebagai pendahuluan, kemudian baru koordinasi intensif untuk mempercepat pekerjaan. Mumpung keadaan sekarang pada kering semua, sehingga bisa lebih maksimal hasilnya. Bukan disaat musim penghujan baru dilaksanakan," tambahnya.

Menurutnya hal itu dilakukan sebagai upaya menangkal musibah yang sering datang menghinggapi kabupaten tertua di Lampung itu. Sehingga kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat dapat dirasakan benar manfaatnya. Oleh karena itu pihaknya akan menggelar kegiatan itu secepat mungkin agar tidak ketinggalan dengan datang musim penghujan.

"Kalau tidak cepat maka kita akan ketinggalan, oleh karena ini adalah instruksi lansung beliau (Bupati, red) maka kita sebagai bawahan wajib melaksanakannya. Apalagi ini bagi kepentingan masyarakat luas, dan harapannya setelah ini masyarakat dapat lebih sadar dalam menjaga lingkungan, "tambahnya seraya menghimbau tidak membuang sampah di sungai karena dapat mengakibatkan musibah. Seperti banjir dan lainnya.

Fajar Nofitra



Berita Terkait



Komentar