#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Pengerjaan Tambal Sulam Jalinsum Natar di Lamsel Makan Korban

( kata)
Pengerjaan Tambal Sulam Jalinsum Natar di Lamsel Makan Korban
Proyek pengerjaan tambal sulam jalan lintas sumatra (jalinsum) di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang dikerjakan banyak memakan korban kecelakaan karena galian tidak ditutup, Selasa, 5 Juli 2022. (Lampost.co/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co) -- Proyek pengerjaan tambal sulam jalan lintas sumatra (jalinsum) di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang dikerjakan banyak memakan korban kecelakaan. Pasalnya, galian lubang aspal yang dikerjakan tidak langsung ditutup, tapi dibiarkan hingga keesokan harinya.

Salah satu korban kecelakaan merupakan warga Waisari, Kecamatan Natar, korban sempat dirawat di rumah sakit Medika atas nama Irawadi. 

Warga Natar, Rustam (34), mengatakan pengerjaan proyek itu juga tidak ada papan pengumuman, perusahaan apa yang mengerjakan, anggaran negara yang digunakan berapa tidak dijelaskan. Selain itu, pekerjaan tambal sulam tersebut kerap menimbulkan kemacetan. 

"Keterbukaan terhadap publik wajib di zaman sekarang ini apalagi digunakan anggaran dari negara. Kami selaku warga Natar menginginkan pekerja dari proyek tidak asal-asalan, apalagi sampai memakan korban kecelakaan seperti sekarang ini, " kata Rustam, Selasa, 5 Juli 2022.

Baca juga: Ratusan Meter Jalan Swadaya Desa Dibangun Warga Natar Lamsel

Menurutnya, penegak hukum semestinya malu karena sudah beberapa kali pengerjaan jalan lintas yang dipertontonkan kepada warga tidak taat aturan seperti tidak ada plang pekerjaan. 

"Harusnya pemilik proyek dan penegak hukum malu kepada masyarakat luas. Karena pekerjaan dengan uang negara sembunyi-sembunyi tanpa ada papan pengumuman. Apa pertanggungjawaban proyek terhadap korban kecelakaan akibat galian itu," ujar Rustam.

Dia melanjutkan sejauh ini ada sekitar 10 korban kecelakaan akibat galian tambal sulam itu. Salah satunya kejadian tempat di sekitaran kantor Basarnas Lampung, 

Pelaksana Proyek, Iwan Darmawan, mengatakan, semua korban kecelakaan sudah ditangani semua oleh pihaknya. Namun, dia enggan membeberkan lebih rinci, tidak memasang papan pengumuman dari proyek, nama perusahan, berapa anggaran negara yang digunakan terkait pelaksanaan proyek itu. 

"Kalo korban kecelakaan itu sudah ditangani semua, soal plang proyek dan lain-lainnya konfirmasi ke humas kami aja," kata Iwan.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar