#penipuan

Pengepul Kopi Keluhkan Kasus Penipuan yang Diadukan Setahun Lalu Mandek

( kata)
Pengepul Kopi Keluhkan Kasus Penipuan yang Diadukan Setahun Lalu Mandek
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengepul kopi, Tandi (36), warga Pecoh Raya, Telukbetung Seletan mempertanyakan kelanjutan proses hukum kasus penipuan yang menimpa dirinya. Pasalnya pengaduan sudah berlalu satu tahun sejak Juni 2020 dan sudah ada penetapan tersangka namuan hingga kini belum juga ada kelanjutannya ke sidang pengadilan.

"Kini tersangka masih ada bebas di luar dan tidak ditahan, padahal sudah ditetapkan tersangka. Dia saya adukan karena menipu dan menggelapkan uang Rp1,4 miliar untuk membeli kopi dari saya," kata Tandi saat datang ke kantor redaksi Lampost.co, Selasa, 8 Juni 2021. 

Baca: Polisi Selisik Jaringan Penipuan Obligasi Dragon

 

Dalam surat tanda bukti laporan yang di tunjukkannya ke redaksi, aduan itu dilakukannya ke Polres Bandar Lampung pada 8 Juni 2020. Dia mengadukan Eko Azami yang diduga pada sekitar Oktober 2019 membeli biji kopi sekitar 75 ton atau setara Rp1,4 miliar saat itu.

"Itu kopi-kopi saya kumpulkan dari petani di Lampung Barat, dan hingga kini mereka menanyakan. Dan meminta segera menyelesaikan kasus penipuan itu," kata Tandi.

Kemudian pada 14 Januari 2021, dia mengaku kembali disurtai Polres Bandar Lampung terkait pemberitahuan perkembangan hasil laporannya. Dalam Surat yang ditandatangani Kasatreskrim Kompol Resky Maulana dan Pawasdik Iptu Denny Maulana itu, Tandi diberitahu bahwa orang yang dilaporkannya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Eko Azami disangkakan tindak pidana penipuan atau penggelapan sesuai Pasal 378 KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana pada 12 Januari 2021.

"Nah kan sejak Januari sudah jadi tersangka, tapi sampai kini belum juga maju ke pengadilan. Saya sempat tanya ke penyidik, proses nya belum selesai. Saya tidak tau proses apa yang belum selesai, sementara tersangkanya tidak ditahan," katanya.

Pada kasus ini, Tandi mengaku dia memang sudah berulang kali mengepul kopi dari petani kepada ayah tersangka. Namun dia menjualnya melalui broker di Bandar Lampung, dan selama itu transaksi lancar-lancar saja. Kemudian dia mendapatkan informasi dari sopir truk pengangkut kopinya, ternyata bisa menjual kepada bos kopinya langsung. 

"Saya dikasih telepon si Eko itu, ternyata anaknya Pak Abas bos kopi yang biasa menampung kopi saya lewat broker. Tahunya kejadia seperti ini. Saya minta tolong aparat kepolisian atau kejaksaan untuk bisa segera memproses kasus ini. Sebab saya juga punya bebas kepada petani yang kopinya didigelapkan Eko itu," kata Tandi. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar