#narkoba#kriminal#persidangan

Pengendali Sabu dari LP Way Hui Divonis 13 Tahun Penjara

( kata)
Pengendali Sabu dari LP Way Hui Divonis 13 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus narkoba di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang Pusat, Dadi Rachmadi, dalam sidang vonis, Rabu 1 Juli 2020, menjatuhi hukuman pidana selama 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kepada terdakwa Randi Zulfikar (25) warga Jalan Ikan Sepat, Kampung Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung.

Terdakwa harus kembali berhadapan ke meja hijau lantaran ikut terlibat dalam pengiriman narkotika jenis sabu. Putusan Majelis Hakik tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabi'in, yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 15 tahun dan denda pidana sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa bermula pada Kamis, 19 Desember 2019. Pada saat itu Terdakwa Randi Zulfikar alias Gandol mendapat telepon dari Jaya (buronan). Selanjutnya, Jaya mengirimkan empat paket besar narkotika jenis sabu dengan berat 353 gram. Karena terdakwa Randi Zulfikar berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkoba Way Hui, Bandar Lampung, terdakwa kemudian menyuruh saksi Asep Muktar (berkas terpisah) untuk menerimanya.

Asep diminta untuk menerima paket tersebut sekitar pukul 15.00 WIB di Gudang Lelang, Jalan Ikan Kampak, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung melalui seseorang yang tidak dikenal.

"Kemudian setelah sampai di rumah, sabu tersebut dipecah menjadi delapan paket sedang. Sabu itu juga sudah diberikan kepada Eki (buronan) sebanyak satu bungkus dan kepada Jek (DPO) sebanyak satu bungkus," ujar Ketua Majelis.

Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan enam paket sedang dan tiga paket besar narkotika jenis sabu. Lalu satu bundel plastik klip dan timbangan digital yang terletak di bawah kursi di dalam kamar.

"Bagaimana terdakwa terima, pikir-pikir, atau banding," tanya Ketua Majelis Hakim Dadi Rachmadi. "Terima yang mulia," jawab terdakwa.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar