#narkoba#beritalampung#lapas

Pengendali 6.969 Butir Ekstasi dari Bui Divonis Nihil

( kata)
Pengendali 6.969 Butir Ekstasi dari Bui Divonis Nihil
Ilustrasi: Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eks Narapidana LP Kelas IA Bandar Lampung, M. Nasir (33), yang mengendalikan 6.969 butir ekstasi dari bui divonis nihil oleh Majelis Hakim. Ia terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor  35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana nihil," ujar Hakim Efiyanto, saat membacakan putusan pada sidang di PN Kelas IA Bandar Lampung, Senin, 16 Agustus 2021.

Ia memaparkan, vonis nihil dijatuhkan lantaran  M. Nasir sudah divonis mati dalam perkara peredaran narkoba lainnya. Saat ini, M. Nasir berada di LP Nusakambangan. Hingga kini, M. Nasir masih menunggu eksekusi mati yang diterimanya.

"Kamu kan sudah divonis mati, makanya putusan nihil," kata Efi.

Mendengar putusan tersebut, M. Nasir menerima. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roosman Yusa memilih pikir-pikir, apakah akan mengambil upaya hukum lanjutan atau tidak.

"Pikir-pikir Yang Mulia," kata Yusa.

Baca juga :Terpidana Mati Perdagangan Narkoba di Dalam Lapas Bandar Lampung Kembali Dituntut 19 Tahun Penjara

Sebelumnya, JPU menuntut M. Nasir dengan pidana penjara 19 Tahun. Pelaku lainnya yakni David Prasetyo napi LP Kelas IA Bandar Lampung telah divonis 13 tahun penjara, pada sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, pada 27 Juli 2021.

Sebanyak 6.969 butir pil ekstasi tersebut dikendalikan oleh M. Nasir dengan meminta bantuan David untuk menghubungi orang yang bisa mengambil ekstasi. Barang tersebut berasal dari Aceh, milik pelaku berinisial PON.

Kemudian David meminta rekannya, Rohman Alias Oman untuk mengambil barang yang dibawa pelaku lainnya, Edi Samsuar dan Mulkani selaku kurir. Ribuan butir ekstasi disembunyikan di ban serep mobil. Selanjutnya, transaksi terjadi di SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Rajabasa,  27 Juni 2020.

Edi Samsuar dan Abdul Rahman divonis 13 tahun serta denda Rp10 milar subsider dua bulan penjara pada sidang 13 Februari 2021 di PN Tanjungkarang. Sementara, M. Nasir masih menjalani persidangan dalam perkara ini.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar