#pariwisata#destinasiwisata

Pengembangan Ekowisata Lampung untuk Hidupkan Ekonomi Kerakyatan

( kata)
Pengembangan Ekowisata Lampung untuk Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
Komunitas lingkungan, kehutanan, dan pariwisata di Lampung saat test tour wanawisata di Ait Terjun Way Kalam, Desa Way Kalam, Lampung Selatan, Rabu, 4 November 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus mengembangkan potensi wanawisata di Bumi Ruwai Jurai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat demi tercapainya Lampung Berjaya. Oleh sebab itu, Dinas Kehutanan Lampung mengajak stakeholder, komunitas, dan media untuk melakukan test tour wanawisata di KPH Way Pisang-Gunung Rajabasa-Batu Serampok, Lampung Selatan, Rabu, 4 November 2020, untuk menggali potensi.

Kegiatan tersebut dalam rangkaian Festival Kehutanan Lampung dengan tema "Lampung Forestry Festival" dengan mengunjungi berbagai titik. Mulai dari titik kumpul di Dinas Kehutanan Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung. Kemudian menyambangi pesona air terjun atasan dan bawahan sembari menikmati jajan pasar, wedang jahe serta minum kopi di Way Kalam, Desa Way Kalam. 

Kemudian mengunjungi air terjun dan pemandian air panas, menikmati hidangan khas kalianda, dan kelapa muda serta eduwisata budi daya madu trigona/klanceng di Way Belerang Simpur Desa Kecapi. Rombongan juga menikmati pesona teropong Kota Kalianda, sembari menikmati pemandangan view laut lepas di Kalianda serta menikmati suguhan kuliner khas Kalianda otak-otak ikan dan minuman nira pala di Teropong Kota Kalianda, Desa Sumur Kumbang. Kemudian kembali lagi menuju Bandar Lampung. 

Kepala Dinas Kehutanan Lampung, Yanyan Ruchyansah mengatakan untuk memperkenalkan destinasi wanawisata di salah satu kesatuan pengeloaan hutan (KPH), pihaknya mengajak pihak-pihak terkait untuk test tour wanawisata. Wisata terkoneksi dan bersinergi dengan semua pihak akan terus dilakukan untuk menggali potensi yang ada. Test tour menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara melekat.

"Kami terus meningkatkan sinergisitas antarpihak dalam pembangunan kehutanan di Lampung. Kemudian juga meningkatkan promosi produk kehutanan berbasis agroforestri dan wisata alam," katanya.

Dia menambahkan wanawisata memiliki prospek yang bagus ke depannya karena di Lampung banyak potensi yang bagus. Ia juga mengatakan masyarakat juga sadar akan kelestarian hutannya, apabila hutannya rusak, masyarakat ikut merasakan dampaknya bahkan bisa terjadi bencana alam.

"Kami ingin manfaat hutannya terjaga, kualitas lingkungannya terjaga, dan masyarakatnya terjaga. Ke depan banyak target yang dilakukan salah satunya atraksi wisatawan berkunjung sambil menanam pohon," ujarnya.

Penggiat pariwisata Lampung, Ansory Djausal mengatakan semangat Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim untuk mewujudkan ekowisata harus terus dilakukan. Salah satu caranya dengan pemberdayaan masyarakat di destinasi-destinasi wisata yang ada. Apalagi potensi wisata alam di Lampung sangat luar biasa dan harus terus optimalkan. Ke depan bisa juga para wisatawan diajak untuk berkontribusi penghijauan dan melestarikan hutan sembari liburan menikmati suasana Lampung.

"Lampung merupakan pintu gerbang Sumatera dan sangat dekat dengan ibu kota negara. Banyak warga Banten, Jakarta, Bandung, Palembang, dan sebagainya butuh hiburan wisata alam. Maka Lampung harus menyiapkan tempat wisatanya berbasis masyarakat sehingga ekonomi kerakyatan bisa hidup, UMKM tumbuh, dan masyarakat desa bisa sejahtera," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar