#sampah#pengelolaansampah

Pengelolaan Sampah di Metro Belum Efektif

( kata)
Pengelolaan Sampah di Metro Belum Efektif
Pengelolaan sampah di Metro yang menggunakan sistem open dumping belum efektif. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pengelolaan sampah yang masih menggunakan sistem open dumping seperti di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, Metro Utara, masih belum efektif. Pasalnya, sistem open dumping itu dinilai menimbulkan dua masalah pokok yang merugikan bagi lingkungan, yakni gas metan dan limbah lindi. 

"Ada dua komponen yang sangat berbahaya, gas metan dan limbah lindi. Apalagi di sana (TPAS Karangrejo) ada sungai dan itu bisa mencemari jika tidak diolah dengan baik. Kalau gas metan, semakin tinggi tumpukan, semakin banyak gas yang berpengaruh terhadap efek rumah kaca," kata Koordinator Program SDGs SNV Lampung, Nyoman Suartana, Senin, 23 November 2020.

Dia menambahkan selain limbah yang berbahaya, pencemaran bau dan pencemaran air tanah akan berdampak juga bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar TPAS.

"Jika tidak dikelola dengan baik, baunya itu akan mencemari lingkungan sekitar dan warga akan merasa terganggu dengan adanya bau sampah itu sendiri. Selain itu, limbah lindi akan mencemari air di sekitar sumur dan itu juga berbahaya bagi kesehatan lingkungan," katanya.

Selain dari limbah itu sendiri, dampak dari sampah yang dihinggapi lalat juga bisa berakibat tidak sehat bagi masyarakat sekitar. Sebab, lalat pasti membawa bakteri.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pengelolaan sampah dilakukan secara sanitary landfill, tak hanya di Kota Metro, tapi di seluruh kabupaten/kota se-Lampung atau setidaknya menindaklanjuti TPA regional yang digaungkan pemprov.

"Jadi yang harus disepakati, pertama pemda memperbaiki sistem layanan sampah. Kemudian memperkuat sistem pemilahan sampah masyarakat yang dimulai dari rumah. Ketiga meningkatkan manajemen di wilayah kelurahan dan TPS 3R (reduce, reuse, recycle). Jadi yang sampai di TPA itu hanya residu," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar