#tenggelam#wisata

Pengelola Wisata di Lampung Diminta Utamakan Keselamatan Pengunjung

( kata)
Pengelola Wisata di Lampung Diminta Utamakan Keselamatan Pengunjung
Wisatawan mengunjungi Pulau Mahitam, Kabupaten Pesawaran menikmati pasir putih dibibir pantai. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola tempat wisata diminta untuk lebih mengoptimalkan jaminan keselamatan dan keamanan pengunjung destinasi wisata di Provinsi Lampung. Apabila aspek tersebut diabaikan, maka potensi jatuhnya korban bisa saja terjadi. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan mengatakan pihaknya juga melakukan monitoring terhadap beberapa kejadian wisatawan yang tenggelam di beberapa destinasi wisata pantai yang ada di Provinsi Lampung.

"Kita sedari dulu mengimbau kepada pengelola tempat wisata untuk memperhatikan keselamatan para pengunjung. Namun ternyata ada saja kejadian yang memakan korban," katanya, Rabu, 2 Juni 2021.

Baca: Isak Tangis Sambut Korban Tenggelam di Pantai Ketang

 

Ia juga meminta kepada pengelola, khususnya wisata maritim untuk menyiapkan petugas keamanan wisata pantai atau lifeguard yang siap siaga melakukan tindakan bila melihat potensi-potensi bahaya yang bisa saja menimpa pengunjung. Pengelola juga diminta menjalin sinergiritas dengan TNI, Polri, Basarnas, dan warga untuk sama-sama mengedepakan keamanan.

"Kita juga dari dulu mendorong pengelola untuk menyiapkan ansuransi jiwa kepada para pengunjung. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. 

Sesuai Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 menyampaikan bahwa untuk mewujudkan tujuan kepariwisataan Indonesia perlu memperhatikan indeks daya saing yang bertumpu pada 14 (empat belas) pilar, antara lain lingkungan bisnis, keselamatan dan keamanan, kesehatan dan kebersihan/sanitasi, sumber daya manusia dan pasar tenaga kerja, kesiapan, dan dukungan teknologi informasi.

Kemudian prioritas kebijakan pengembangaan pariwisata, keterbukaan terhadap internasional, daya saing harga, lingkungan hidup yang berkelanjutan, infrastruktur dan sarana transportasi, infrastruktur pelabuhan dan jalan, fasilitas dan infrastruktur layanan bagi wisatawan, sumber daya alam, dan kekayaan budaya, dan dukungan aktivitas bisnis pariwisata. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar