#retribusiparkir#pad#beritatubaba

Pengelola Parkir di Tubaba Setor Rp8,3 Juta Per Bulan

( kata)
Pengelola Parkir di Tubaba Setor Rp8,3 Juta Per Bulan
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images

Panaragan (Lampos.co): Penunjukan pihak ketiga pengelolaan lahan parkir di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tidak menggunakan badan usaha yang berbadan hukum. Penunjukkan hanya dilakukan kepada perorangan dengan kesepakatan menyetorkan target PAD sebesar Rp100 juta/tahun.

"Setoran PAD restribusi parkir se-Tubaba hanya Rp100 juta/tahun. Pegelolanya hanya ditunjuk satu orang," ujar Kadis Perhubungan setempat, Marwan, kepada Lampost.co, Kamis, 23 Juli 2020.

Marwan menjelaskan pihak ketiga yang ditunjuk Pemkab merupakan seseorang yang dipercaya penuh mengelola semua lokasi parkir mulai dari pasar, lokasi wisata, toko diluar pasar, dan lokasi perkantoran. Untuk restribusi, pengelola menyetorkan restribusi setiap bulan ke kas daerah sebesar Rp8,3 juta.

"Kontrak pengelola lahan parkir ini  dilakukan empat tahun mulai dari 2018-2021. Pengelola yang kami tunjuk bukan badan usaha yang memiliki CV atau PT, tapi perorangan dengan sistem kontrak," ujarnya.

Dia menjelaskan berdasarkan kontrak, tahun pertama dan kedua pihak ketiga hanya dibebankan PAD restribusi sebesar Rp60 juta/tahun. Kemudian, kontrak perjanjian dilakukan addendum ditahun 2020 dan 2021 dengan menambah storan PAD sebesar Rp100/tahun.

"Waktu kadisnya Pak Hariyanto, kontrak PAD parkir hanya Rp60 juta/tahun. Kontrak ini saya addendum menjadi Rp100 juta/tahun,"ungkapnya.

Berdasarkan kontrak, kata dia, lokasi yang bisa dipungut adalah Pasar Panaraganjaya, Pasar Mulyoasri, Pasar Dayamurni, Pasar Pulungkencana, Pasar Tunasjaya, kantor Disdukcapil, kompleks Islamic Center, Tugu Empat Marga, Kota Budaya Uluan Nughik, lokasi parkir Indomaret dan Alfamart yang tidak masuk daftar pungutan pajak dengan dispenda serta toko-toko disepanjang jalan umum.

"Pokoknya yang tidak dipungut pajak sama dispenda masuk restribusi parkir. Titik kontrak masih terpusat di wilayah ibukota kabupaten yang ada wilayah utara hanya pasar Tunasjaya," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar