#Viral#TolLampung

Pengelola Minta Maaf Soal Keributan di Pintu Tol

( kata)
Pengelola Minta Maaf Soal Keributan di Pintu Tol
PT Hutama Karya (Persero) meminta maaf terkait keributan antara petugas layanan transaksi dengan emak-emak pengguna jalan tol di Lampung yang viral di media sosial. (Dok Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Hutama Karya (Persero) meminta maaf terkait keributan antara petugas layanan transaksi dengan emak-emak pengguna jalan tol di Lampung yang viral di media sosial. Pristiwa tersebut terjadi Jumat, 29 Mei 2020 pukul 09.12 WIB.

Kejadian tersebut melibatkan emak-emak atas nama Echi Defalia dengan petugas layanan transaksi tol atas nama Aulia Rahman karena persoalan transaksi di gerbang Tol Terbanggibesar. Kejadian tersebut membuat kehebohan dan mengganggu pengguna jalan tol lain yang akan melawati pintu tol tersebut.

"Selisih paham pak. Anggota saya terbawa emosi karena pengguna jalannya ngeyel," kata Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol cabang Bakauheni-Terbanggi Besar, Hanung Hanindito saat dikonfirmasi Lampung Post, Sabtu, 30 Mei 2020.

Atas kejadian tersebut Hutama Karya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut dan memastikan telah memberikan sanksi sebesar-besarnya untuk petugas tol yang terlibat langsung di dalam insiden tersebut.

Hanung juga mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik khususnya bagi pengguna jalan di setiap ruas tol yang dikelolanya. Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk terus berhati-hati dan waspada dalam mengemudi.

Kejadian tersebut bermula saat terdapat masalah pada generator set (genset) yang ada di gerbang tol sehingga mengakibatkan aliran listrik terputus dan proses transaksi menjadi terhambat. Pada saat yang bersamaan, terdapat salah satu pengguna tol yang hendak melintas dan melakukan pembayaran di GT tersebut dengan menggunakan uang elektronik (UE).

Karena kondisi aliran listrik yang sedang mati, proses transaksi tidak dapat dilakukan dengan menggunakan UE dan petugas meminta pengguna membayar secara tunai yang ditolak oleh pengguna jalan dikarenakan saldo UE yang ia miliki masih mencukupi.

Menindaklanjuti hal tersebut petugas memberikan opsi untuk keluar melalui GT lain atau menunggu, dan pengguna tol memilih untuk menunggu hingga aliran listrik dapat berfungsi kembali.

Saat sedang menunggu, pengguna tol menabrak rubber cone yang telah dipasang petugas. Sehingga menyebabkan terjadinya perselisihan antara petugas layanan transaksi tol dengan pengguna jalan,

"Hutama Karya selaku pengelola tol mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh petugas tol telah menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak sesuai dengan standar pelayanan minimum (SPM)," katanya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar