#jtts#jalantol#tollampung

Pengelola JTTS Pasang Rumble Dot dan WIM

( kata)
Pengelola JTTS Pasang Rumble Dot dan WIM
Pengelola JTTS akan memasang rumble dot dan WIM di jalan tol. Istimewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memberikan perhatian serius untuk meminimalisasi terjadinya potensi kecelakaan. Upaya dilakukan dengan pemasangan rumble dot dan weight in motion (WIM) serta rambu-rambu lalu lintas lainnya.

Rumble dot adalah material dari bahan hotmix dengan komposisi khusus dan dimensi serta jarak tertentu yang dipasang sedemikian rupa pada bahu (inner shoulder) atau sisi terluar dari marka jalan. Itu berfungsi sebagai garis kejut untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tidak keluar dari perkerasan jalan sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan akibat mengantuk.

Penyebab dominan kecelakaan yang kerap terjadi karena kurangnya antisipasi dan mengantuk. Dengan adanya rumble dot ini diharapkan bisa mengurangi terjadinya kecelakaan fatal dan menyebakan kematian dan kerugian lainnya.

Kepala Cabang Tol Lampung Bakauheni—Terbanggibesar PT Hutama Karya, Hanung Hanindito mengatakan pihaknya sedang melakukan evaluasi mengenai kecelakaan yang terjadi di jalan tol. Pihaknya juga berencana akan memasang rumble dot di berbagai titik rawan kecelakaan. Namun untuk pemasangan tersebut pihaknya masih melakukan evaluasi dan mapping lokasi.

"Kami berencana membuat rumble dot. Saat ini masih dalam tahapan evaluasi di mana akan dipasang," katanya, Jumat, 22 November 2019.

Pihaknya juga akan memasang alat timbang weight in motion (WIM) untuk mengetahui kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan atau over dimension and over load (ODOL). Saat ini truk yang tak sesuai dimensi dan mengangkut muatan jauh melebihi daya angkutnya, banyak melintas di jalan tol, termasuk di Jalan Lintas Sumatera di Lampung. WIM ini disebar di beberapa ruas tol untuk mendeteksi batas berat atau muatan suatu kendaraan dengan cara dilewati secara manual, mirip seperti timbangan. 

"WIM akan kami pasang di gerbang Bakauheni Selatan. Saat ini on progres pekerjaan," katanya.

Dia mengatakan masyarakat harus mematuhi rambu-rambu batas kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, jangan memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, dan memastikan kendaraan dalam keadaan layak pakai. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan.

"Kepada para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan. Bukan kecepatan," katanya. 

Ia juga mengatakan rambu-rambu lalu lintas tidak ada masalah, pengendara yang harus berhati-hati. "Lampu PJU dan rambu lalu lintas tidak ada masalah karena mengikuti peraturan jalan tol," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar