#kriminal#uangpalsu

Pengedar Belanjakan Uang Palsu di Warung-Warung Kecil

( kata)
Pengedar Belanjakan Uang Palsu di Warung-Warung Kecil
Tiga pengedar uang palsu yang diamankan Polsek Bengkunat.Dok.Polsek Bengkunat

Krui (Lampost.co) -- Tiga warga Pekon Bangunnegara, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat, harus berurusan dengan pihak berwajib karena mengedarkan uang palsu (upal). Ketiga pelaku, yaitu Rohadi (28), Sutrisno (31), dan Edi Haryono (43) diamankan berturut-turut aparat Polsek Bengkunat.

Petugas mengamankan Rohadi lebih dulu pada Kamis, 19 Desember 2019, sekira pukul 19.00 WIB di Pekon Pagarbukit Kecamatan Bangkunat, Pesisir Barat. Sedangkan Sutrisno dan Edi pada Jumat, 20 Desember 2019, di Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat. Penangkapan ketiga tersangka atas laporan dari korban Arip Haryono (26), warga Pekon Pagarbukit, Bengkunat.

Kapolsek Ono Karyono mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Rachmat Tri Haryadi, mengatakan berdasarkan keterangan korban kronologis kejadian itu yakni pada Kamis, 19 Desember 2019, sekitar pukul 17.00 WIB, korban melayani Sutrisno dan Rohadi yang membeli dua liter bahan bakar minyak seharga Rp20 ribu. Mereka membayar dengan uang pecahan Rp100 ribu.

Namun, saat hendak menyimpan uang itu, korban merasa heran dan janggal karena uang yang diterimanya tersebut terasa beda saat diraba. Lalu korban membandingkan uang pecahan seratus ribu yang ia punya dengan uang yang didapatnya dari tersangka itu.

Karena merasa uang itu berbeda, korban curiga jika uang itu palsu. Kemudian korban bergegas mencari kedua pelaku yang telah pergi setelah membeli rokok di warung Ade Dudin, tidak jauh dari warung miliknya.

“Korban pun menanyakan uang yang digunakan tersangka membeli rokok ternyata sama dengan uang untuk membeli bensin. Di warung Ade Dudin, tersangka membeli rokok dan korek api senilai Rp20 ribu,” ujar Kapolsek, Minggu, 22 Desember 2019.

Kedua korban lalu saling memperlihatkan dan membandingkan uang dari tersangka itu dengan uang asli dan mencurigai jika uang itu palsu.

Setelah memastikan jika uang itu palsu, kedua korban juga pergi ke warung Irwanudin yang juga menjadi tempat tersangka membelanjakan uang yang sama. Setelah mengalami kejadian tersebut Arip Haryono bersama dua rekannya itu melaporkan kejadian itu ke Polsek Bengkunat.

Anggota Polsek Bengkunat pun segera mendatangi TKP dan melakukkan penyelidikan. “Hasilnya diketahui sebagian besar pemilik warung di Pekon Pagarbukit, Bangkunat, Pesisir Barat, telah menjadi korban tindak pidana peredaran uang palsu para pelaku dengan cara yang sama,” katanya.

Petugas akhirnya mengamankan pelaku Rohadi dan Sutrisno berikut barang bukti berupa 2 bungkus rokok dan korek api serta 17 lembar uang yang diduga palsu pecahan Rp100 ribu.

Saat diinterogasi, pelaku Sutrisno mengakui jika uang yang digunakannya palsu. Dia bersama dan Rohadi membawa 25 lembar untuk dibelanjakan di warung-warung.

Kedua pelaku itu juga mengaku pada Rabu, 18 Desember 2019, sudah membelanjakan sampai habis 25 lembar uang yang diduga palsu pecahan Rp100 ribu.

Pelaku Sutrisno, mengaku jika uang palsu itu dibeli dari Edi senilai Rp9 juta. Edi lalu memberikan 180 lembar uang palsu tersebut kepada Sutrisno disaksikan Rohadi. Dari 180 lembar uang palsu itu, 100 lembar masih tersimpan di rumahnya.

Sementara itu, Rohadi mengaku jika sekitar 5 bulan lalu ia juga dikasih 100 uang palsu pecahan Rp100 ribu dari Edi. Uang itu habis dibelanjakan dalam 4 hari di Krui dan Ngambur atas perintah Edi.

Sementara itu, pelaku Edi mengaku jika ia sudah 4 tahun mengedarkan uang palsu. Uang palsu itu didapatnya dari Dicky, warga Jawa Timur, dengan transaksi di Terminal Tamanan, Kediri, Jawa Timur.

Dari ketiga tersangka, petugas menyita barang bukti 127 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Adapun barang bukti dari Sutrisno, yaitu 2 bungkus rokok Promild putih, 2 korek api gas, 117 lembar uang kertas diduga palsu pecahan Rp100 ribu. Kemudian dari Edi lembar uang kertas diduga palsu pecahan Rp100 ribu.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar