#bbm#persidangan#beritalampung

Pengedar BBM Tanpa Izin Divonis 2,5 Tahun

( kata)
Pengedar BBM Tanpa Izin Divonis 2,5 Tahun
Suasana persidangan kasus BBM tak berizin di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Jaru Maun (50) warga Jabung Lampung Timur, terdakwa kasus BBM tak berizin jenis solar, divonis penjara selama 30 bulan atau 2,5 tahun dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Rabu, 29 Juli 2020.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Jaru Maun Bin Tuan Rajo, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan," kata Ketua Majelis Hakim, Surono, Rabu, 29 Juli 2020.

Sebelumnya, dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsi Thalib menyampaikan berawal pada Minggu 8 Maret 2020 sekitar pukul 12.00 WIB, terdakwa berangkat untuk mengantarkan BBM jenis solar pesanan.

Kemudian terdakwa datang ke SPBU dengan menggunakan mobil pikap jenis Mitsubishi L300 BE- 9884-NN warna hitam. Dalam mobil tersebut bermuatan sebanyak 60 jeriken kosong dan terdakwa langsung menemui saksi Murni untuk membayar utang sebesar Rp3.320.000.

Usai membayar utang, selanjutnya terdakwa langsung melakukan pengecoran bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 60 jeriken atau sebanyak lebih kurang dua ribu liter.

Setelah mengisi, ucap JPU, terdakwa langsung membayar uang pengecoran BBM jenis solar tersebut kepada karyawan SPBU Lintas Timur Ketapang, Lampung Selatan sebesar Rp10.600.000.

Lalu terdakwa langsung pulang ke rumah dengan membawa BBM jenis solar sebanyak 60 jeriken atau sebanyak lebih kurang dua ribu liter sambil menunggu hingga ada pemesan yang membeli solar tersebut.

Jaksa mengatakan perbuatan terdakwa memenuhi unsur sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar