#lampung#tanggamus#bangunanambruk

Pengawasan Kurang, Bangunan GSG Pekon Tanjungraja Ambruk  

( kata)
Pengawasan Kurang, Bangunan GSG Pekon Tanjungraja Ambruk  
Kondisi GSG sekaligus Balai Pekon Tanjungraja, Cukuhbalak pascaambruk.IStimewa

Kotaagung (Lampost.co) -- Pemerintah harus benar-benar mengawasi dan menilai hasil pembangunan yang menggunakan dana desa, termasuk di desa terpencil. Sebab, banyak hasil pembangunan di desa terpencil asal jadi karena kurang pengawasan dan pengetahuan warga yang minim.

Seperti kejadian di Pekon Tanjungraja, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus. Gedung serbaguna atau balai pekon yang sedang dibangun kembali ambruk. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Menurut KN (40), warga setempat, ambruknya gedung yang menggunakan anggaran di atas Rp500 juta tersebut terjadi pada Kamis, 14 November 2019, sekitar pukul 14.00 WIB. Ambruknya bangunan diduga karena struktur yang tak mampu menahan beban tembok dengan ketinggian 6 meter tersebut. Gedung ini dibangun dengan panjang 20,5 meter dan lebar 9 meter.

"Untung tidak ada korban jiwa karena pembangunan belum sampai ke atap. Kalau sudah mungkin lain ceritanya," kata dia, Rabu, 20 November 2019.

KN juga mengatakan jika gedung yang sedang dibangun itu sudah 2 kali mengalami tembok roboh. Pada kejadian pertama warga sempat memberikan nasihat kepada aparatur pekon dan para pekerja. Namun, sepertinya hal itu tidak digubris.

"Sudah dua kali roboh. Wajar saja karena besi yang digunakan tidak kuat menompang beban bangunan," ujarnya.

Dia berharap pemerintah untuk benar-benar memberikan penilaian tentang hasil pembangunan yang memanfaatkan dana desa. Pasalnya, banyak hasil pembangunan di desa terpencil yang asal jadi karena kurangnya pengawasan dan minimnya pengetahuan warga.

"Saya harap pemerintah lebih meningkatkan pengawasannya di lapangan. Karena kalau di atas kertas mungkin semuanya terlihat baik-baik saja, di lapangan justru tidak," katanya.

Camat Cukuhbalak Mahfuz mengatakan, sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Padahal, bangunan itu sudah mencapai 80 persen atau hanya tinggal pemasangan atap bangunan. Hingga akhirnya ambruk tidak kuat menahan terpaan angin.

"Kami sudah meninjau ke lokasi dan memang kerusakannya cukup parah karena sebagian tembok bangunan runtuh," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Pekon Tanjungraja sudah seharusnya memperbaiki gedung tersebut dan cepat diselesaikan. Sebab, sudah dikucurkan anggaran dari pemerintah guna pembangunan fasilitas umum bagi masyarakat setempat.

"Anggaran sudah terpakai sehingga gedung itu harus berdiri. Kalau mengenai teknis di lapangan seperti apa itu terserah bagaimana pihak pekon. Karena di situ juga kan ada konsultan bangunan," ujarnya.

Sedangkan Pj. Kepala Pekon Tanjungraja Hasan Suprapto belum dapat dikonfirmasi karena lokasinya yang tidak terjangkau sinyal seluler.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar